Jangan Asal Diet, ini Cara Menurunkan Berat Badan dengan Sehat
Ilustrasi(magnifik)

KEINGINAN menurunkan berat badan dengan cepat sering membuat seseorang mencoba berbagai cara, mulai dari mengurangi makan secara drastis hingga menggunakan produk pelangsing yang menjanjikan hasil dalam waktu singkat. Padahal, penanganan obesitas tidak sesederhana mengejar angka di timbangan.

Dokter menegaskan bahwa obesitas merupakan kondisi kronis yang membutuhkan penanganan bertahap, konsisten, dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang.

Jangan Asal Pangkas Makanan

Salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan saat ingin menurunkan berat badan adalah membatasi makanan secara berlebihan.

Misalnya, hanya makan sekali sehari atau menghilangkan karbohidrat sepenuhnya dan hanya mengandalkan protein. Padahal, tubuh tetap membutuhkan berbagai zat gizi, termasuk karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, dan mineral.

Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Brawijaya, dr Prinindita Artiara Dewi, mengatakan kebutuhan makanan setiap orang berbeda. Karena itu, pola makan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan energi, kondisi tubuh, serta aktivitas sehari-hari.

Obesitas Bukan Sekadar Kurang Disiplin

Anggapan bahwa obesitas hanya terjadi karena seseorang tidak mampu mengontrol makanan juga perlu diluruskan.

Obesitas dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk genetik, gaya hidup, penggunaan obat tertentu, hingga gangguan hormonal seperti hipotiroid dan sindrom Cushing.

Karena itu, penanganannya tidak cukup hanya melihat angka berat badan. Tenaga medis perlu melihat komposisi tubuh dan kemungkinan adanya penyakit penyerta sebelum menentukan terapi yang tepat.

Waspadai Produk yang Menjanjikan Hasil Cepat

Keinginan mendapatkan tubuh ideal dalam waktu singkat juga membuat produk penurun berat badan mudah menarik perhatian, terutama melalui media sosial.

Kepala BPOM Prof Dr dr Taruna Ikrar mengingatkan masyarakat agar tidak langsung percaya pada promosi atau ulasan influencer. Klaim yang terlalu berlebihan belum tentu menunjukkan produk tersebut aman maupun sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Sebelum membeli produk kesehatan, masyarakat dianjurkan menerapkan prinsip Cek KLIK, yaitu memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa.

Untuk obat yang membutuhkan resep, penggunaannya juga sebaiknya dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter, bukan hanya berdasarkan rekomendasi dari media sosial.

Penanganannya Bisa Berbeda pada Setiap Orang

Penanganan obesitas tidak selalu berakhir pada diet. Perubahan gaya hidup menjadi salah satu bagian utama, sementara terapi obat dapat dipertimbangkan jika memang diperlukan.

Dalam kondisi tertentu, operasi bariatrik juga dapat menjadi pilihan. Namun, keputusan tersebut harus mempertimbangkan kondisi pasien secara menyeluruh, termasuk komposisi tubuh serta penyakit penyerta seperti diabetes dan gangguan kardiovaskular.

Artinya, tidak ada satu metode yang otomatis cocok untuk semua orang.

Konsisten Lebih Penting daripada Instan

Menurunkan berat badan secara sehat membutuhkan proses. Perubahan pola makan dan aktivitas fisik sebaiknya dilakukan secara bertahap serta disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Bagi orang yang sudah memiliki masalah kesehatan tertentu, aktivitas fisik yang terlalu berat justru dapat menimbulkan persoalan baru.

Karena itu, pendekatan terhadap obesitas sebaiknya berorientasi pada kesehatan jangka panjang, bukan sekadar mengejar penurunan angka timbangan dalam waktu singkat.

Pada akhirnya, mengelola obesitas bukan tentang siapa yang paling cepat menurunkan berat badan, tetapi bagaimana seseorang bisa mencapai kondisi tubuh yang lebih sehat dan mempertahankannya secara konsisten.

Sumber: ANTARA



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *