Pertumbuhan Anak Stunting Masih Bisa Dioptimalkan dengan Penanganan Dini
Ilustrasi–Petugas mengukur lingkar kepala anak balita di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Palu, Sulawesi Tengah, Senin (10/8/2026).(ANTARA/Muhammad Rifki Hasan)

KETUA Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI), dr. Erwin Christianto, M.Gizi, Sp.GK, menegaskan bahwa kondisi stunting pada anak bukanlah akhir dari segalanya. Pertumbuhan dan perkembangan anak yang mengalami stunting masih dapat dioptimalkan asalkan kondisi tersebut ditemukan dan ditangani sedini mungkin.

Pernyataan ini muncul sebagai respons atas perhatian besar Presiden Prabowo Subianto terhadap persoalan stunting dan pentingnya pemenuhan gizi nasional. Hal tersebut sebelumnya disampaikan Presiden dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8).

“Stunting bukan berarti pertumbuhan anak sudah tidak bisa diperbaiki. Dengan terapi yang tepat, pertumbuhan dan perkembangan anak masih dapat dioptimalkan, terutama bila ditemukan dan ditangani sedini mungkin,” ujar Erwin, dikutip Senin (17/8/2026).

Kunci Penanganan: Deteksi Dini dan Pemantauan Rutin

Menurut Erwin, orangtua tidak boleh hanya mengandalkan pengamatan visual atau membandingkan tinggi badan anak dengan teman sebayanya untuk menentukan status stunting. Indikator utama stunting adalah panjang atau tinggi badan anak menurut usia yang berada di bawah standar pertumbuhan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Ia menekankan pentingnya memantau kurva pertumbuhan secara rutin di Posyandu atau fasilitas kesehatan.

“Yang perlu diwaspadai adalah pertumbuhan tinggi badan yang tidak mengikuti kurva atau pertambahannya melambat,” tambahnya.

Berikut adalah poin-poin utama dalam penanganan stunting secara komprehensif menurut PDGKI:








Aspek Penanganan Tindakan yang Diperlukan
Nutrisi Perbaikan kualitas makanan, kecukupan energi, protein (terutama hewani), dan mikronutrien.
Pemantauan Observasi kurva pertumbuhan secara berkala di fasilitas kesehatan/Posyandu.
Kesehatan Medis Pencegahan serta tata laksana infeksi yang tepat.
Stimulasi Pemberian stimulasi untuk mendukung perkembangan fungsional anak.

Pola Makan Seimbang dan MPASI Adekuat

Dalam hal pemenuhan gizi, Erwin menjelaskan bahwa tidak ada satu jenis makanan “ajaib” yang secara tunggal dapat mencegah stunting. Anak membutuhkan pola makan yang beragam untuk memenuhi kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral.

Bagi anak di atas usia enam bulan, pemberian Air Susu Ibu (ASI) harus tetap dilanjutkan dan didampingi dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang adekuat. MPASI yang baik haruslah beragam, padat zat gizi, dan sangat disarankan untuk mengutamakan sumber protein hewani.

“Jadi prinsipnya sederhana: cukup, beragam, seimbang, aman, dan sesuai kebutuhan usia,” pungkas Erwin. (Ant/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *