Tidak Ada Toleransi bagi Anggota Polres Panajam Paser Utara Terlibat Narkoba
AKBP Andreas Alek Danantara saat berikan arahan ke seluruh anggota Polres PPU(Dok Humas Polres PPU)

KEPALA Kepolisian Resor (Kapolres) Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) AKBP Andreas Alek Danantara menegaskan, tidak ada toleransi bagi seluruh personel Polres PPU yang terlibat narkoba. Hal ini dikatakannya, saat memimpin Apel Pimpinan (10/8). Dimana terdapat tiga hal menjadi perhatian utama, yakni menegakkan disiplin, menjauhi narkoba, dan memperkuat pencegahan Kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Di hadapan personel, Kapolres menekankan bahwa disiplin merupakan fondasi utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Setiap anggota wajib mematuhi aturan kedinasan, menjaga etika serta perilaku, dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, profesionalisme Polri tidak hanya diukur dari keberhasilan dalam menjalankan tugas di lapangan, tetapi juga dari sikap dan integritas setiap personel dalam kehidupan sehari-hari.

Ia memberikan perhatian khusus, terhadap persoalan narkoba. Seluruh personel diperintahkan untuk menjauhi segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Sebagai aparat penegak hukum, tukasnya, anggota Polri harus menjadi contoh sekaligus garda terdepan dalam memerangi narkoba. Karena itu, tidak boleh ada personel yang justru terlibat dalam persoalan yang sedang diberantas.

“Tidak ada toleransi bagi personel yang terlibat narkoba. Jauhi narkoba, jaga diri, jaga keluarga dan jaga nama baik institusi,” tegas AKBP Andreas.

Penekanan ini, lanjutnya, sekaligus menjadi pengingat bahwa pemberantasan narkoba harus dimulai dari internal institusi. Polri harus bersih sebelum mengajak masyarakat bersama-sama memerangi bahaya narkotika.

Selain narkoba, Kapolres juga menginstruksikan jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Personel diminta mengedepankan langkah preventif melalui patroli, sambang, deteksi dini serta edukasi kepada masyarakat. 

“Upaya pencegahan dilakukan untuk meminimalkan potensi terjadinya kebakaran yang dapat mengancam lingkungan, kesehatan dan aktivitas masyarakat,” sebutnya.

Ia meminta, setiap personel di wilayah agar tidak mengabaikan informasi sekecil apa pun terkait potensi karhutla. Apabila ditemukan titik api atau indikasi kebakaran, segera lakukan langkah penanganan dan koordinasi dengan instansi terkait.

“Jangan menunggu api membesar. Lakukan pencegahan dan deteksi dini. Kehadiran anggota di tengah masyarakat harus mampu mencegah terjadinya karhutla,” ujarnya.

Ia kembali mengingatkan, setiap personel merupakan representasi institusi Polri. Karena itu, sikap, perilaku dan kedisiplinan anggota akan menjadi bagian dari penilaian masyarakat terhadap kinerja Kepolisian.

“Maka saya minta, seluruh personel menghindari berbagai bentuk pelanggaran, menjaga solidaritas, meningkatkan tanggung jawab serta menggunakan media sosial secara bijak,” pungkas Andreas.(EM/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *