
AKADEMISI Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Rudi Darussalam, berhasil mengembangkan inovasi sistem photovoltaic thermal (PVT) berbasis air yang dirancang khusus untuk iklim tropis. Teknologi ini mampu menghasilkan energi ganda berupa listrik dan panas (termal) secara efisien dalam satu sistem terintegrasi.
Dekan FTUI, Prof. Kemas, menyatakan bahwa penelitian ini merupakan langkah nyata dalam menjawab tantangan transisi energi di Indonesia.
“Inovasi seperti ini sangat penting dalam mendukung pemanfaatan energi terbarukan yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujarnya di Kampus UI Depok, Kamis (6/8/2026).
Solusi untuk Tantangan Iklim Tropis
Inovasi ini lahir dari riset doktoral berjudul “Investigasi Efektivitas Sistem Photovoltaic Thermal Berbasis Air dengan Kolektor Twin Spiral pada Iklim Tropis”.
Rudi merancang prototipe dengan konfigurasi kolektor twin spiral untuk mengatasi masalah penurunan kinerja panel surya konvensional akibat temperatur tinggi di wilayah tropis.
Dengan sistem ini, panas berlebih yang biasanya membebani panel surya justru diserap oleh air yang mengalir melalui kolektor, sehingga menghasilkan air panas sekaligus menjaga suhu panel tetap optimal untuk produksi listrik.
| Parameter Pengujian | Hasil Capaian |
|---|---|
| Daya Listrik yang Dihasilkan | ± 175,8 Watt |
| Peningkatan Temperatur Air | Hingga 36,57°C |
| Konfigurasi Kolektor | Twin Spiral |
Implementasi dan Pengembangan Masa Depan
Teknologi PVT ini menawarkan peluang aplikasi luas bagi masyarakat dan industri. Energi termal yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan air panas di rumah tangga, hotel, rumah sakit, hingga mendukung proses produksi UMKM dan sektor pertanian.
Untuk pengembangan ke depan, Rudi merekomendasikan beberapa langkah strategis:
- Integrasi teknologi Internet of Things (IoT) untuk pemantauan kinerja secara real-time.
- Penggunaan nanofluida sebagai media pendingin untuk meningkatkan efisiensi perpindahan panas.
- Pengujian jangka panjang terhadap kondisi ekstrem seperti kelembapan tinggi, debu, dan korosi di wilayah pesisir.
Atas riset inovatif tersebut, Rudi Darussalam berhasil meraih gelar doktor dari Departemen Teknik Elektro FTUI dengan capaian akademik sempurna, yakni IPK 4,00 dan predikat cum laude. Inovasi ini mempertegas komitmen Universitas Indonesia dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui riset yang aplikatif. (Ant/Z-1)
