UMKM Korea Selatan Gencar Ekspansi, Indonesia Jadi Pasar Prioritas
Unboxing Day edisi kedua digelar di Jakarta, Kamis (6/8). Program promosi tahunan ini menjadi wadah bagi perusahaan UMKM Korea Selatan untuk memperkenalkan produk mereka kepada influencer, praktisi industri, dan konsumen Indonesia sebelum resmi memasuki pa(Dok. Gimhae Bio-Industry Agency)

HUBUNGAN perdagangan Indonesia dan Korea Selatan terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut turut mendorong semakin banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Korea Selatan menjadikan Indonesia sebagai tujuan ekspansi, terutama untuk produk-produk konsumsi yang dinilai memiliki peluang besar di tengah tingginya minat masyarakat terhadap produk asal Negeri Ginseng.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Unboxing Day edisi kedua yang digelar di Jakarta, Kamis (6/8). Program promosi tahunan ini menjadi wadah bagi perusahaan UMKM Korea Selatan untuk memperkenalkan produk mereka kepada influencer, praktisi industri, dan konsumen Indonesia sebelum resmi memasuki pasar nasional.

Melalui konsep tersebut, para produsen tidak hanya memperkenalkan produknya, tetapi juga memperoleh umpan balik langsung dari calon konsumen sebagai bagian dari uji pasar (market validation). Respons tersebut diharapkan menjadi bekal bagi perusahaan dalam menyusun strategi pemasaran sebelum melakukan ekspansi secara lebih luas di Indonesia.

Indonesia dipandang sebagai salah satu pasar paling strategis bagi Korea Selatan. Selain merupakan salah satu dari 10 mitra dagang utama Korea Selatan, Indonesia memiliki jumlah konsumen yang besar dengan ketertarikan tinggi terhadap berbagai produk Korea, mulai dari produk kecantikan, kesehatan, hingga perlengkapan rumah tangga.

“Bagi Korea Selatan, Indonesia merupakan salah satu dari 10 mitra dagang utama dan negara yang sangat bernilai. Oleh karena itu, banyak perusahaan Korea yang sangat berkeinginan dan bersemangat untuk membuka peluang bisnis di sini,” ujar Team Leader Gimhae Bio-Industry Agency, Hwang Ok Sung.

Menurut Hwang, perusahaan yang mengikuti Unboxing Day tidak dipilih secara sembarangan. Penyelenggara memprioritaskan produsen barang jadi (consumer goods) yang mudah diterima masyarakat, memiliki keunggulan produk yang jelas, serta menunjukkan komitmen kuat untuk melakukan ekspansi dan ekspor ke pasar internasional, termasuk Indonesia.

“Kami mengutamakan perusahaan yang memproduksi barang jadi yang secara keseluruhan dapat disukai oleh konsumen. Di antara perusahaan tersebut, kami memberikan prioritas utama kepada mereka yang memiliki keinginan kuat serta kapasitas untuk melakukan ekspor ke luar negeri. Selain itu, kami memilih produk-produk yang memiliki keunggulan dan keunikan yang kuat, sehingga diyakini memiliki potensi keberhasilan dan disukai saat masuk ke pasar Indonesia,” jelasnya.

Pada penyelenggaraan tahun ini, terdapat lima perusahaan UMKM Korea Selatan yang lolos seleksi dan berasal dari beragam kategori produk konsumsi.

Di sektor personal care, Insan Jugyeom menghadirkan pasta gigi dan sabun berbahan garam bambu tradisional (jugyeom). Sementara Jaayeon memperkenalkan perangkat kecantikan (beauty device) serta cooling cream untuk perawatan tubuh.

Pada kategori kesehatan, Wellness Innercell menawarkan suplemen untuk membantu menjaga kesehatan sendi dan pembuluh darah. Adapun Phytoeco membawa produk herbal pencernaan Gentle Relief yang memanfaatkan tanaman khas Korea, Wasong (Orostachys japonica).

Sementara itu, Smart Berry memperkenalkan peralatan dapur berupa multi-cooker yang dirancang untuk memudahkan proses memasak dan mendukung aktivitas rumah tangga yang lebih praktis.

Penyelenggara optimistis minat perusahaan Korea Selatan untuk memasuki pasar Indonesia akan terus meningkat. Karena itu, Unboxing Day diharapkan dapat menjadi agenda tahunan dengan skala yang semakin besar, baik dari sisi jumlah peserta maupun ragam produk yang diperkenalkan.

Hasil evaluasi penyelenggaraan tahun ini akan menjadi dasar untuk menghadirkan lebih banyak perusahaan UMKM serta variasi produk pada penyelenggaraan berikutnya. Dengan demikian, program ini diharapkan tidak hanya membuka peluang ekspor bagi UMKM Korea Selatan, tetapi juga memperluas pilihan produk inovatif bagi konsumen Indonesia sekaligus memperkuat hubungan perdagangan kedua negara. (E-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *