Kelompok Tani Hutan Gintung Diberdayakan Lewat Teknologi Tepat Guna
Kelompok Tani Hutan Gintung mendapatkan pelatihan hidroponik.(MI/HO)

TIM Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Jakarta kembali menunjukkan komitmen dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna. Mengusung tema “Pemberdayaan Kewirausahaan Kelompok Tani Hutan Gintung melalui Teknologi Tepat Guna Berbasis Ketahanan Pangan dan Ekonomi Sirkular untuk Peningkatan Pendapatan Keluarga,” kegiatan ini menjadi solusi nyata atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat setempat.

Program ini dibiayai melalui Program BIMA Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026. Berikut adalah detail administratif program tersebut:









Komponen Program Keterangan
Ketua Tim PkM Dr. Vella Anggresta, M.Pd.E.
Anggota Tim Adeng Hudaya, S.Si., M.Pd. & Nurlaela, S.Pd., M.Pd.
Mahasiswa Terlibat Raden Muhammad Zaki Pratama & Ainun Nurul Fatimah
Nomor Kontrak 0689/LL3/DT.06.01/2026
Lokasi Sasaran Kelompok Tani Hutan Gintung

Ketua Tim PkM, Dr. Vella Anggresta, M.Pd.E., menjelaskan bahwa program ini dirancang setelah tim mengidentifikasi potensi lahan yang belum optimal serta adanya limbah minyak jelantah yang belum memiliki nilai tambah.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri, tetapi juga mampu mengembangkan usaha produktif berbasis potensi lokal melalui konsep ekonomi sirkular,” ujar Vella.

Inovasi Hidroponik untuk Lahan Terbatas

Kegiatan diawali dengan pelatihan budidaya tanaman sistem hidroponik yang dipandu oleh Adeng Hudaya, S.Si., M.Pd. Peserta diajarkan teknik menanam tanpa tanah yang efisien untuk lahan sempit.

Menurut Adeng, teknologi ini memungkinkan masyarakat menghasilkan sayuran berkualitas tinggi yang memiliki nilai jual sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Antusiasme warga terlihat saat praktik penyemaian dan penyusunan instalasi hidroponik. Selain teknis budidaya, peserta juga berdiskusi mengenai peluang pemasaran hasil panen untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.

Ekonomi Sirkular: Mengolah Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi

Aspek ekonomi sirkular diwujudkan melalui pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah. Vella memimpin langsung sesi ini, mengubah limbah yang berpotensi mencemari lingkungan menjadi produk kreatif bernilai ekonomi tinggi.

Manfaat Pengolahan Minyak Jelantah:

  • Mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak sembarangan.
  • Menciptakan produk dekorasi dan relaksasi dengan biaya produksi rendah.
  • Membuka peluang usaha rumahan baru bagi anggota kelompok tani.

Selain keterampilan teknis, peserta dibekali wawasan mengenai pengemasan produk (packaging) dan strategi pemasaran agar produk lilin aromaterapi mereka mampu bersaing di pasar luas.

Panen Raya dan Keberlanjutan Program

Sebagai penutup, dilakukan pemanenan tanaman hidroponik yang dipandu Nurlaela, S.Pd., M.Pd. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi tepat guna dapat memberikan hasil dalam waktu singkat. Nurlaela berharap keberhasilan panen ini menumbuhkan kepercayaan diri masyarakat untuk terus berinovasi.

Melalui sinergi antara akademisi Unindra dan masyarakat, program ini diharapkan menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan, menjadikan Kelompok Tani Hutan Gintung lebih produktif dan berdaya saing di masa depan. (Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *