Industri Taman Rekreasi Gerakkan Pertumbuhan Pariwisata
(MI)

INDUSTRI taman rekreasi dan wisata keluarga diproyeksikan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan pariwisata Indonesia seiring meningkatnya permintaan terhadap wisata berbasis pengalaman. Guna memperkuat ekosistem tersebut, pameran bisnis (B2B) terbesar di Asia Tenggara, The 6th Fun Asia Expo Indonesia 2026, resmi dibuka di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta, pada Rabu (5/8/2026).

Ajang itu menghadirkan lebih dari 150 perusahaan dari 12 negara yang mempertemukan para investor, pelaku industri, pemerintah daerah, hingga penyedia teknologi rekreasi global. Kehadiran pameran ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan pasar akan destinasi hiburan yang inovatif dan berstandar internasional.

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, dalam pembukaan acara tersebut menekankan bahwa industri rekreasi keluarga kini memegang peran strategis. Menurutnya, wisatawan modern tidak lagi sekadar mencari lokasi fisik, melainkan pengalaman yang aman, interaktif, dan berkesan.

“Objek wisata kini bukan lagi sekadar pelengkap sebuah destinasi, tetapi telah menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan wisatawan untuk datang, tinggal lebih lama, dan membelanjakan lebih banyak uangnya,” ujar Ni Luh.

Tren ini diperkuat oleh data global, termasuk survei perjalanan keluarga di Amerika Serikat tahun 2025 yang menempatkan taman hiburan dan taman air sebagai pertimbangan utama dalam memilih destinasi. Oleh karena itu, pembangunan museum, pusat hiburan keluarga, hingga destinasi edukatif dinilai krusial untuk memperkuat daya saing pariwisata nasional.

Mendorong Kemandirian Industri Lokal

Direktur Utama PT Fun International, Rachmat Sutiono, menjelaskan bahwa Fun Asia Expo bertujuan untuk memperbesar skala industri rekreasi nasional, bukan sekadar ajang persaingan antar pelaku usaha. Sejak pertama kali digelar pada 1997, visi pameran ini adalah menciptakan peluang yang lebih luas bagi seluruh ekosistem.

“Pasar terbesar justru berasal dari wisatawan nusantara. Karena itu kami optimistis industri rekreasi akan terus berkembang,” kata Rachmat. Ia juga mendorong agar pelaku industri dalam negeri mulai memproduksi kebutuhan taman rekreasi secara mandiri guna mengurangi ketergantungan pada produk impor. (I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *