
Upaya mempererat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Arab Saudi terus diperkuat melalui penyelenggaraan Business Matching Indonesia-Saudi Arabia Partnership Forum 2026 di Ballroom 3 & 5 The Ritz-Carlton Jakarta. Forum yang digagas Asosiasi Amanah Haji dan Umrah Republik Indonesia (ASHURI) tersebut mengangkat tema Building Strategic Partnerships for a Sustainable Pilgrim Supply Chain dan menjadi wadah mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, eksportir, importir, perusahaan logistik, penyedia layanan haji dan umrah (syarikah), investor, serta berbagai pemangku kepentingan dari kedua negara.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Agama, Jaenal Effendi, mengatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi bagian penting dalam rantai pasok haji dan umrah global. Potensi tersebut berasal dari sektor pangan, pertanian, peternakan, perikanan, hingga industri pengolahan yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan konsumsi jutaan jamaah setiap tahun.
Menurutnya, potensi tersebut harus didukung melalui konektivitas, koordinasi, dan kemitraan yang terstruktur agar produk Indonesia mampu bersaing secara berkelanjutan di pasar Arab Saudi.
“Forum ini bukan sekadar mempertemukan pelaku usaha, tetapi menjadi titik awal membangun ekosistem yang solid sehingga produsen, UMKM, dan eksportir Indonesia dapat memasuki pasar Arab Saudi secara terstruktur dan berkelanjutan. Di sinilah fondasi rantai pasok haji yang kuat mulai dibangun,” ujar Jaenal.
Ia menjelaskan kebutuhan penyelenggaraan konsumsi jamaah tidak hanya mencakup makanan siap saji, tetapi juga berbagai komoditas seperti beras, daging, ikan, sayuran, rempah-rempah, hingga produk pangan olahan. Karena itu, pemerintah mendorong pembentukan konsorsium ekspor agar pasokan dari Indonesia mampu memenuhi standar kualitas yang ditetapkan Arab Saudi sekaligus meningkatkan daya saing produk nasional.
Berbagai pelaku usaha nasional turut ambil bagian dalam kegiatan ini, mulai dari produsen pangan, kelompok UMKM, perusahaan logistik, hingga pelaku industri perikanan dan rempah-rempah. Kehadiran mereka menunjukkan kesiapan Indonesia memasok berbagai kebutuhan pangan berkualitas bagi penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di Arab Saudi.
Melalui sesi business matching, para peserta memperoleh kesempatan melakukan presentasi produk, diskusi bisnis, hingga penjajakan kerja sama dengan perusahaan importir, penyedia layanan haji dan umrah, serta mitra logistik asal Arab Saudi.
Salah satu peserta yang hadir adalah syarikah Daleel Alzowar yang pada tahun ini meraih peringkat kedua sebagai penyedia layanan haji terbaik berdasarkan penilaian Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Dalam forum tersebut, perusahaan memaparkan inovasi layanan Armuzna yang berfokus pada peningkatan kenyamanan jamaah melalui penggunaan matras bertingkat, standar sanitasi yang lebih baik, serta pengenalan Paket C untuk layanan haji reguler.
Selain menjadi ajang pertemuan bisnis, forum ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia melalui sektor haji dan umrah. Sejumlah agenda seperti presentasi produk, negosiasi bisnis, hingga penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan Indonesia dan Arab Saudi menjadi langkah konkret dalam membangun kemitraan jangka panjang.
Ketua Umum ASHURI, Nur Faidzin, mengatakan penyelenggaraan forum tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap visi pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi haji dan umrah yang mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat maupun dunia usaha.
Menurutnya, forum tersebut dirancang untuk mempertemukan produsen Indonesia dengan importir serta penyedia layanan haji dan umrah di Arab Saudi sehingga tercipta rantai pasok yang lebih terintegrasi, efisien, dan saling menguntungkan.
Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar sebagai salah satu produsen pangan halal berkualitas dunia. Berbagai komoditas seperti beras, bumbu masak, minyak goreng, produk makanan olahan, minuman, hingga bahan baku katering dinilai memiliki peluang besar untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jutaan jamaah setiap tahun.
“Kami berharap produk-produk unggulan Indonesia dapat menjadi pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji dan umrah. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan ekspor nasional, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi petani, pelaku UMKM, industri pangan, perusahaan logistik, serta seluruh rantai pasok nasional,” kata Nur Faidzin.
Salah satu fokus utama forum ini ialah membangun kemitraan jangka panjang antara produsen Indonesia dengan perusahaan importir Arab Saudi guna menciptakan kepastian pasokan bahan pangan berkualitas bagi perusahaan penyedia katering haji dan umrah.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan importir Arab Saudi menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan kerja sama dengan produsen Indonesia melalui impor bahan baku makanan dan produk pangan halal guna memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah, khususnya asal Indonesia.
ASHURI berharap forum tersebut dapat melahirkan lebih banyak kerja sama konkret yang mampu memperkuat hubungan perdagangan bilateral Indonesia dan Arab Saudi, meningkatkan daya saing produk nasional di pasar internasional, sekaligus mendukung terbentuknya rantai pasok haji dan umrah yang berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, ASHURI akan terus memfasilitasi komunikasi dan kemitraan antara perusahaan Indonesia dan Arab Saudi melalui berbagai program lanjutan, seperti business matching, promosi perdagangan, pendampingan ekspor, serta pengembangan jejaring usaha untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas layanan haji dan umrah. (E-3)
