
PENYEMBUHAN luka pada penderita diabetes sering kali berlangsung lebih lambat dibandingkan orang tanpa diabetes. Kondisi ini disebabkan oleh tingginya kadar gula darah yang dapat mengganggu sirkulasi darah, merusak saraf, menghambat pembentukan kolagen, serta menurunkan kemampuan sistem imun melawan infeksi. Akibatnya, luka lebih mudah berkembang menjadi luka kronis, terutama pada kaki.
Di samping perawatan luka dan pengendalian gula darah, dokter menegaskan bahwa nutrisi memiliki peran penting dalam mempercepat proses penyembuhan. Asupan gizi yang tepat membantu tubuh memperbaiki jaringan yang rusak sekaligus mendukung sistem kekebalan tubuh.
Mengapa Nutrisi Penting untuk Penyembuhan Luka?
Tubuh membutuhkan energi dan berbagai zat gizi untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Pada penderita diabetes, kebutuhan tersebut menjadi lebih besar karena proses penyembuhan berlangsung lebih lambat.
Sebuah systematic review yang diterbitkan dalam jurnal Diabetic Medicine pada 2025 menjelaskan bahwa mengoptimalkan status gizi merupakan bagian penting dalam penanganan luka kronis pada penderita diabetes. Nutrisi yang baik tidak hanya membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali, tetapi juga mendukung pembentukan jaringan baru sehingga luka dapat sembuh lebih optimal.
Protein Menjadi Nutrisi Utama
Protein merupakan komponen utama yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk kolagen, memperbaiki jaringan, dan menghasilkan sel-sel baru.
Menurut tinjauan tersebut, pasien diabetes yang memperoleh asupan protein yang cukup cenderung memiliki proses regenerasi jaringan yang lebih baik. Sebaliknya, kekurangan protein dapat memperlambat penyembuhan luka karena tubuh tidak memiliki cukup bahan baku untuk memperbaiki jaringan yang rusak.
Sumber protein yang baik antara lain ikan, telur, daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, tahu, tempe, serta susu tinggi protein sesuai anjuran dokter atau ahli gizi.
Vitamin dan Mineral Juga Berperan Besar
Selain protein, tubuh memerlukan vitamin dan mineral agar proses penyembuhan berjalan optimal. Beberapa zat gizi yang banyak diteliti meliputi vitamin C, vitamin D, vitamin E, zinc, magnesium, hingga asam lemak omega-3.
Penelitian dalam Diabetic Medicine menemukan bahwa suplementasi beberapa nutrisi tersebut berpotensi membantu mengurangi ukuran luka pada penderita ulkus kaki diabetik. Namun, para peneliti juga menegaskan bahwa kualitas bukti ilmiahnya masih tergolong rendah sehingga penggunaannya tetap harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Kalori yang Cukup Membantu Perbaikan Jaringan
Tidak sedikit penderita diabetes yang sengaja mengurangi makan karena khawatir gula darah meningkat. Padahal, tubuh tetap membutuhkan energi yang cukup untuk memperbaiki jaringan.
Apabila kebutuhan kalori tidak terpenuhi, tubuh akan menggunakan protein sebagai sumber energi. Akibatnya, protein yang seharusnya digunakan untuk membentuk jaringan baru justru habis dibakar sebagai bahan bakar sehingga penyembuhan luka menjadi lebih lambat. Kondisi ini menjadi salah satu alasan mengapa pasien dengan luka diabetes perlu mendapatkan pengaturan pola makan yang tepat.
Nutrisi Bukan Pengganti Pengobatan
Meski memiliki peran penting, nutrisi bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan penyembuhan luka diabetes.
Para peneliti menekankan bahwa penyembuhan luka membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari pengendalian gula darah, perawatan luka secara rutin, penanganan infeksi bila ada, hingga pemenuhan kebutuhan gizi. Kombinasi seluruh terapi tersebut memberikan peluang yang lebih besar bagi luka untuk sembuh dibandingkan hanya mengandalkan salah satunya.
Nutrisi merupakan bagian penting dalam terapi penyembuhan luka diabetes. Protein, vitamin, mineral, dan kecukupan energi membantu tubuh memperbaiki jaringan yang rusak, membentuk kolagen, serta mendukung sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi.
Namun, pemenuhan nutrisi sebaiknya dilakukan bersamaan dengan kontrol gula darah yang baik, perawatan luka yang tepat, serta pengobatan sesuai anjuran dokter. Dengan penanganan yang komprehensif, peluang penyembuhan luka pada penderita diabetes dapat menjadi lebih baik.
Sumber: Wiley Online Library, PubMed
