Penguatan Armada dan SDM Digenjot untuk Jaga Kelancaran Distribusi BBM
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PT Elnusa Petrofin (EPN) memperkuat operasional distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kota Medan, Sumatra Utara, untuk memastikan kelancaran pasokan energi bagi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari dukungan perusahaan terhadap penugasan PT Pertamina Patra Niaga dalam menjaga keandalan distribusi energi.

Penguatan operasional dilakukan menyusul meningkatnya kebutuhan BBM seiring normalnya kembali aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan dan perkantoran. Kondisi tersebut sempat memicu lonjakan permintaan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan tersebut, Elnusa Petrofin meningkatkan kapasitas distribusi melalui penambahan armada, personel operasional, serta penguatan sistem pemantauan distribusi secara real-time.

Direktur Utama PT Elnusa Petrofin Doni Indrawan mengatakan perusahaan mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk menjaga kelancaran distribusi energi kepada masyarakat.

“Keandalan distribusi energi merupakan prioritas utama kami. Elnusa Petrofin bergerak cepat dengan memperkuat armada, personel operasional, sistem pemantauan distribusi, hingga dukungan teknis di lapangan agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. Langkah-langkah ini merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung ketahanan energi nasional serta memastikan layanan distribusi berjalan secara aman, andal, dan berkelanjutan,” kata Doni dalam keterangannya, Jumat (17/7).

Perusahaan menambah armada operasional melalui skema spot charter sehingga total mobil tangki yang siap beroperasi mencapai 176 unit. Jumlah tersebut mencakup armada tambahan yang didatangkan secara bertahap dari Jakarta maupun wilayah operasional lainnya untuk memperkuat distribusi di Sumatra Utara.

Di sisi sumber daya manusia, Elnusa Petrofin juga menambah 41 Awak Mobil Tangki (AMT) yang didatangkan dari berbagai daerah operasional. Selain itu, perusahaan memperoleh dukungan personel TNI sebagai pengemudi bantuan sehingga total AMT yang bertugas kini mencapai 711 orang. Penambahan tersebut dilakukan guna menjaga kelancaran penyaluran BBM di tengah tingginya permintaan masyarakat.

Efisiensi distribusi turut diperkuat melalui pemantauan armada secara real-time oleh Road Traffic Control (RTC) bersama tim operasional di lapangan maupun pusat kendali. Pengawasan difokuskan pada pengendalian Round Trip Hour (RTH) mobil tangki agar waktu tempuh distribusi semakin optimal dan kapasitas penyaluran dapat terus ditingkatkan.

Di samping itu, perusahaan mempercepat penanganan armada yang mengalami gangguan melalui penambahan mekanik dari agen tunggal pemegang merek (ATPM), penguatan ketersediaan suku cadang, serta penyediaan stok ban siap pakai sehingga proses perbaikan kendaraan dapat dilakukan lebih cepat.

“Langkah percepatan juga diterapkan pada operasional SPBU dan Terminal BBM Medan yang dioptimalkan selama 24 jam. Kami turut memastikan kesiapan awak mobil tangki dan personel Fuel Terminal melalui penyediaan berbagai kebutuhan operasional agar distribusi tetap berlangsung tanpa hambatan,” ujarnya.

Elnusa Petrofin juga menegaskan bahwa kegiatan operasional perusahaan tetap berlangsung normal dan kondusif di tengah berbagai informasi yang beredar. Perusahaan memastikan penegakan disiplin terhadap setiap pelanggaran yang terbukti dilakukan personel operasional tetap dijalankan sesuai ketentuan, sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui proses rekrutmen dan penambahan personel.

Saat ini, operasional Terminal BBM Medan telah berjalan normal, sementara penyaluran BBM di SPBU wilayah Medan berangsur kembali stabil. Elnusa Petrofin menyatakan terus berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan distribusi energi kepada masyarakat berlangsung lancar, aman, dan berkesinambungan. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *