
AKTIVITAS Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih tinggi. Pada Minggu (20/9) tercatat 277 kali erupsi.
Sedangkan pada Senin (21/9) Gunung Lewotolok kembali menyemburkan kolom abu setinggi sekitar 700 meter di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok, Nanda Pramtriwans Joshua Game mengatakan erupsi terjadi dua kali yaitu pada pukul 10.53 Wita dan pukul 15.31 Wita. Pada erupsi pukul 10.53, kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal teramati condong ke arah barat.
Selanjutnya, pada erupsi pukul 15.31, kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut.
Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 24 detik, disertai suara gemuruh lemah.
Sedangkan pada erupsi Minggu, tinggi letusan berkisar antara 200-600 meter dengan warna asap putih hingga kelabu. Selain itu, terekam dua kali guguran, 112 kali hembusan, dua kali tremor non-harmonik, tiga kali tremor harmonik dan satu kali gempa tektonik jauh.
Erupsi juga disertai lontaran material pijar serta suara gemuruh dan dentuman dengan intensitas lemah hingga sedang, serta aliran lava menuju sektor tenggara sejauh sekitar 400 meter dari bibir kawah.
Secara visual, Gunung Ili Lewotolok teramati jelas hingga tertutup kabut tipis. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 20-100 meter di atas puncak kawah.
Cuaca di sekitar gunung terpantau cerah. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat dan barat laut dengan suhu udara 24-32 derajat Celsius.
Di tengah aktivitas gunung yang masih tinggi, BPBD Kabupaten Lembata mulai melakukan pendataan dampak erupsi terhadap komoditas pertanian dan peternakan di sejumlah desa.
Kepala BPBD Lembata, Adris Koban, mengatakan pihaknya mulai melakukan pendataan terhadap kerusakan yang timbulkan oleh erupsi gunung tersebut.
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran pendataan adalah Desa Tanjung Batu di Kecamatan Ile Ape.
“Ini kami lagi pendataan dampak erupsi untuk komoditas tani ternak, Desa Tanjung Batu,” kata Adris kepada Media Indonesia.
Ia menyebutkan, pendataan masih dilanjutkan di desa lainnya yakni Amakaka, Waowala, Napasabok, Lamawara dan Bunga Muda.
Untuk melakukan pendataan, BPBD Lembata mengerahkan 20 personel. Mereka dibagi menjadi empat tim yang akan menyisir wilayah per dusun.
Sementara itu, masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki dan wisatawan diminta tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Khusus pada sektor selatan dan tenggara, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi guguran atau longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat serta sektor timur laut.
Warga di sekitar Gunung Ili Lewotolok diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan untuk melindungi mata dan kulit guna menghindari gangguan pernapasan maupun gangguan kesehatan lainnya. Masyarakat juga diminta menutup tempat penampungan air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanik. (PO/E-4)
