
Upaya mempercepat hilirisasi industri berbasis mineral terus diperkuat melalui kolaborasi antarbadan usaha milik negara (BUMN) untuk membangun ekosistem advanced materials nasional. Langkah ini mampu membuka potensi perputaran ekonomi hingga Rp66 triliun per tahun, sekaligus mengurangi ketergantungan impor bahan baku industri bernilai tambah tinggi dan memperkuat daya saing manufaktur Indonesia.
Komitmen tersebut ditegaskan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk bersama MIND ID, Defend ID, dan PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) melalui penandatanganan nota kesepahaman Collaboration on Advanced Materials Development dalam forum Danantara’s Advanced Materials Industry Dialogue: From Minerals to Manufacturing. Kolaborasi ini menjadi fondasi penguatan rantai nilai (value chain) advanced materials nasional yang terintegrasi, mulai dari pengelolaan sumber daya mineral hingga pengembangan industri manufaktur berteknologi tinggi.
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Akbar Djohan mengatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan nilai tambah industri melalui pengembangan ekosistem advanced materials, khususnya pada produk-produk baja yang hingga kini masih didominasi impor.
“Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun ekosistem advanced materials yang terintegrasi dan berdaya saing. Melalui sinergi antar-BUMN, kita dapat mengurangi ketergantungan impor sekaligus menciptakan nilai tambah lebih besar di dalam negeri. Krakatau Steel siap mengambil peran sebagai one stop solution dalam pengembangan advanced materials nasional,” ujar Akbar Djohan, Kamis (16/7/2026).
Menurut Akbar, sejumlah kelompok produk baja advanced materials masih menyimpan potensi ekonomi hingga Rp66 triliun per tahun yang dapat dioptimalkan melalui implementasi program hilirisasi bahan baku lokal dan integrasi rantai nilai industri nasional. Optimalisasi potensi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing industri dalam negeri, tetapi juga memperkuat kemandirian sektor manufaktur nasional.
Pengembangan ekosistem advanced materials, lanjutnya, membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, BUMN, dunia usaha, dan kalangan akademisi agar tercipta rantai pasok industri yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mempercepat lahirnya berbagai inisiatif strategis yang mampu mendorong pertumbuhan industri berbasis nilai tambah.
Sebagai salah satu pelaku utama industri baja nasional, Krakatau Steel menyatakan akan terus memperkuat transformasi bisnis dan kapabilitas industrinya guna memenuhi kebutuhan sektor-sektor strategis, mulai dari otomotif, maritim, pertahanan, transportasi perkeretaapian, infrastruktur, energi, telekomunikasi, hingga elektronika. Perseroan meyakini penguatan ekosistem advanced materials akan menjadi salah satu kunci dalam mempercepat industrialisasi sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia.
“Krakatau Steel hari ini adalah bukti bahwa industri nasional tetap hidup, terus bertransformasi, dan siap mengawal kemajuan Indonesia,” tutup Akbar Djohan.(H-2)
