
GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan pelayanan publik dan roda pemerintahan di Kabupaten Sukoharjo tetap berjalan normal meski Bupati Sukoharjo Etik Suryani terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Luthfi menyatakan mendukung penuh langkah KPK dalam pemberantasan korupsi. Ia menegaskan seluruh pejabat harus menerapkan prinsip clean and good governance dengan menjunjung transparansi, akuntabilitas, dan integritas.
Pemprov Jateng juga akan mengirim tim untuk mendampingi Pemerintah Kabupaten Sukoharjo agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
“Siapa pun pemimpinnya yang kena masalah, pelayanan pemerintahan dan publik tidak boleh terganggu,” kata Luthfi, Jumat (10/7/2026).
KPK melakukan OTT di Kabupaten Sukoharjo pada Kamis (9/7) malam dan mengamankan sejumlah pihak, termasuk Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Kamis (9/7) malam.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani dibawa ke Jakarta pada Jumat (10/7) pagi. Statusnya belum ditetapkan oleh KPK. Lembaga antirasuah masih memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). (H-4)
