IHSG Juni Anjlok 7,9 Persen, OJK Catat Asing Jual Rp19,63 Triliun
Layar menampilkan grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Senin (18/5/2026).(Antara/M Risyal Hidayat)

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) melaporkan pasar saham domestik pada Juni 2026 masih berada dalam fase konsolidasi. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi ketidakpastian global, persepsi investor terhadap kebijakan domestik, serta langkah penyesuaian atau rebalancing portofolio oleh para pemodal.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup bulan Juni di level 5.643,19. Angka ini menunjukkan koreksi sebesar 7,9% secara month-to-month (m-to-m) atau merosot tajam 34,74% secara year-to-date (ytd). Sejalan dengan pelemahan indeks, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) juga mengalami penurunan tipis menjadi Rp22,23 triliun, dibandingkan Mei yang mencapai Rp22,86 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa tekanan pada pasar saham juga terlihat dari aksi jual bersih oleh investor luar negeri.

“Investor asing pada periode tersebut membukukan net sell di saham senilai Rp19,63 triliun,” ujar Hasan dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Juni 2026 yang digelar secara daring, Selasa (7/7).

Kinerja Pasar Obligasi dan SBN

Koreksi tidak hanya terjadi di pasar saham. Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada Juni 2026 ditutup pada level 429,85, atau terkoreksi 1,69% m-to-m.

Namun, Hasan mencatat ada anomali positif pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN). Di tengah tekanan pasar saham, minat investor asing terhadap SBN justru terpantau kuat. Hal ini tercermin dari catatan beli bersih (net buy) di pasar SBN yang mencapai Rp22,43 triliun secara m-to-m.

Moderasi Industri Pengelola Investasi

Industri pengelola investasi juga menunjukkan tren moderasi. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana tercatat sebesar Rp652,9 triliun, turun 4,79% m-to-m atau 3,32% ytd. Penurunan ini dibarengi dengan fenomena penarikan dana atau net redemption sebesar Rp23,75 triliun sepanjang Juni. Meski demikian, secara akumulasi tahunan (ytd), net redemption masih berada di angka Rp2,14 triliun.

Pertumbuhan Jumlah Investor

Di balik fluktuasi harga aset, antusiasme masyarakat untuk masuk ke pasar modal tetap tinggi. OJK mencatat penambahan signifikan sebanyak 1,21 juta investor baru dalam satu bulan. Dengan tambahan tersebut, total investor pasar modal per Juni 2026 telah mencapai 28,96 juta, atau tumbuh pesat 42,22% secara year-to-date.

Menyikapi dinamika ini, OJK memastikan akan terus memperkuat koordinasi dengan Self-Regulatory Organization (SRO) dan pemangku kepentingan terkait. Langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran transaksi, manajemen risiko, dan penyelesaian perdagangan.

“Kebijakan-kebijakan stabilisasi pasar yang saat ini berlaku dinilai tetap relevan dan efektif untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar,” pungkas Hasan. (I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *