Duduk Terlalu Lama Berisiko Tingkatkan Kematian Akibat Kanker Hingga 9%
Ilustrasi(Magnific.com)

Kebiasaan duduk terlalu lama atau perilaku sedenter kini semakin menjadi perhatian serius dalam dunia kesehatan. Berdasarkan data terbaru, durasi duduk yang berlebihan dalam aktivitas sehari-hari dilaporkan dapat meningkatkan risiko kematian akibat kanker hingga 9%.

Temuan ini mempertegas peringatan para ahli mengenai dampak negatif gaya hidup kurang gerak terhadap kesehatan jangka panjang. Risiko ini tidak hanya menghantui pekerja kantoran yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer, tetapi juga individu yang memiliki kebiasaan menonton televisi atau berkendara dalam durasi lama tanpa jeda fisik.

Hubungan Perilaku Sedenter dan Kanker

Meskipun mekanisme pastinya masih terus dipelajari, para peneliti meyakini bahwa duduk terlalu lama memicu berbagai perubahan fisiologis dalam tubuh. Beberapa di antaranya adalah peningkatan peradangan kronis, gangguan metabolisme glukosa, serta perubahan kadar hormon tertentu yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker.

Peningkatan risiko kematian sebesar 9% ini menjadi alarm bagi masyarakat untuk mulai mengevaluasi pola aktivitas harian mereka. Perilaku sedenter yang berkepanjangan dianggap mampu meniadakan sebagian manfaat kesehatan yang diperoleh dari olahraga jika tidak dibarengi dengan pengurangan waktu duduk secara total.

Langkah Pencegahan dan Rekomendasi

Untuk meminimalisir risiko tersebut, para pakar kesehatan menyarankan beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan dalam rutinitas harian:

  • Jeda Aktif: Melakukan peregangan atau berjalan kaki singkat setiap 30 hingga 60 menit sekali saat bekerja.
  • Meja Berdiri (Standing Desk): Menggunakan meja yang memungkinkan variasi posisi antara duduk dan berdiri.
  • Aktivitas Fisik Terukur: Memastikan durasi aktivitas fisik intensitas sedang hingga tinggi setidaknya 150 menit per minggu sesuai rekomendasi organisasi kesehatan dunia.
  • Evaluasi Gaya Hidup: Mengurangi waktu layar (screen time) yang tidak produktif di luar jam kerja.

Kesadaran akan bahaya duduk terlalu lama diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku di masyarakat. Dengan meningkatkan aktivitas fisik dan mengurangi waktu diam, risiko kematian akibat penyakit tidak menular, termasuk kanker, dapat ditekan secara signifikan.

Catatan Redaksi: Data mengenai peningkatan risiko kematian akibat kanker sebesar 9% ini merupakan bagian dari upaya edukasi kesehatan publik terkait bahaya gaya hidup sedenter. Konsultasikan dengan tenaga medis untuk pemeriksaan kesehatan rutin yang sesuai dengan kelompok usia Anda.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *