Baca Bismillah atau Bismillahirrahmanirrahim sebelum Makan: Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Ilustrasi.(Magnific)

DALAM menjalankan adab makan sehari-hari, umat Muslim sering kali dihadapkan pada pertanyaan sederhana tetapi mendasar: apakah cukup mengucapkan bismillah saja ataukah lebih utama menyempurnakannya menjadi bismillahirrahmanirrahim? Pertanyaan ini muncul karena dalam beberapa redaksi hadis, Nabi Muhammad SAW secara tekstual menyebutkan lafaz yang ringkas.

Diskusi mengenai tasmiah (menyebut nama Allah) sebelum makan ini bukan sekadar perdebatan bahasa, melainkan menyangkut pemahaman mendalam terhadap sunah dan para ulama besar menafsirkan instruksi Nabi SAW. Mari kita bedah secara tuntas berdasarkan rujukan kitab-kitab otoritatif sebagaimana dijelaskan Ustaz Ajir Ubaidillah dalam kanalnya di Youtube.

Landasan Hadis: Perintah Membaca Bismillah

Dasar utama dari adab ini adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi (No. 1858). Rasulullah SAW bersabda:

“Jika salah seorang di antara kalian memakan hidangan, maka katakanlah ‘Bismillah’. Jika ia lupa di awalnya, maka katakanlah ‘Bismillah fi awalihi wa akhirihi’ (Dengan nama Allah di awal dan di akhirnya).”

Secara tekstual, hadis ini memang berhenti pada lafaz bismillah. Namun, apakah ini berarti menambahkannya dengan bismillahirrahmanirrahim menjadi sebuah kesalahan atau bahkan bidah? Para ulama lintas mazhab telah memberikan penjelasan yang sangat mendetail mengenai hal ini.

Penjelasan Imam Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar

Al-Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf an-Nawawi, seorang ulama besar yang karyanya menjadi rujukan dunia, membahas masalah ini dalam kitabnya Al-Adzkar min Kalami Sayyidil Abrar. Beliau menjelaskan:

“Termasuk hal penting yang patut diketahui adalah mengenai sifat tasmiah. Yang paling afdal (utama) adalah hendaknya seseorang mengucapkan bismillahirrahmanirrahim. Namun, jika ia hanya mengucapkan bismillah, itu sudah cukup dan ia telah mendapatkan kesunahan.”

Pandangan Imam Nawawi ini menegaskan bahwa penambahan Ar-Rahman dan Ar-Rahim ialah bentuk kesempurnaan dalam berzikir kepada Allah sebelum makan, meskipun lafaz minimalnya sudah terpenuhi dengan bismillah.

Baca juga: Bacaan Doa untuk Orangtua dalam Bahasa Arab, Latin, Artinya

Perspektif Syekh Ibnu Taimiyah dan Ibnu Hajar Al-Asqalani

Menariknya, pendapat Imam Nawawi ini sejalan dengan pandangan Syekh Ibnu Taimiyah. Dalam kitab Al-Fatawa al-Kubra (Juz 5, hal. 480), beliau menyatakan bahwa mengucapkan bismillahirrahmanirrahim saat hendak makan adalah hal yang bagus (hasan) karena lafaz tersebut lebih sempurna (akmal).

Di sisi lain, Al-Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam syarahnya terhadap Shahih Bukhari memberikan catatan kritis tetapi tetap harmonis. Beliau menyebutkan, “Aku belum melihat dalil khusus tentang keutamaan ini (penambahan lafaz).” Perlu dicatat bahwa Ibnu Hajar tidak melarang atau membidahkan penambahan tersebut. 

Beliau hanya menyatakan bahwa secara spesifik, dalil yang memerintahkan penambahan tersebut belum beliau temukan. Namun, secara umum, kedua cara tersebut dianggap baik dan sesuai dengan semangat sunah.

Baca juga: Ragam Doa sebelum dan sesudah Belajar

Kesepakatan dalam Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah

Dalam ensiklopedia hukum Islam, Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah, dijelaskan bahwa para ulama fikih sepakat menyebut nama Allah (tasmiah) di awal makan adalah sunah. Redaksinya (shighat) boleh menggunakan bismillah maupun bismillahirrahmanirrahim.

Pentingnya Menghargai Perbedaan Pendapat

Sering kali di era modern, muncul sikap usil atau mudah menyalahkan amaliah orang lain dengan tuduhan bidah atau tidak sesuai sunah hanya karena perbedaan lafaz. Padahal, ulama sekaliber Imam Nawawi yang kitab-kitabnya seperti Riyadhus Shalihin dan Arba’in Nawawiyah dikaji di berbagai kalangan, membolehkan bahkan mengutamakan lafaz yang lengkap.

Baca juga: Lima Doa Rasulullah bagi Mereka yang Sakit

Daftar Karya Monumental Imam Nawawi

Untuk memahami pendapat Imam Nawawi begitu otoritatif, kita perlu melihat dedikasi beliau dalam menjaga warisan keilmuan Islam. Berikut beberapa karya beliau yang diakui dunia:

  • Bidang Hadis: Al-Arba’in An-Nawawiyah, Riyadhus Shalihin, Al-Minhaj (Syarah Shahih Muslim).
  • Bidang Fikih: Minhajut Thalibin, Raudhatut Thalibin, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab.
  • Bidang Akhlak & Zikir: At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an, Al-Adzkar, Bustanul Arifin.
  • Bidang Bahasa: Tahdzibul Asma’ wal Lughat.

Baca juga: Doa sebelum dan sesudah Makan Arab, Latin, dan Arti

Kesimpulan: Memahami Hadis dengan Kacamata Ulama

Memahami hadis tidak cukup hanya secara tekstual. Kita perlu merujuk pada pemahaman para ulama yang telah mendalami ilmu alat, bahasa, dan konteks hukum secara mendalam. Mengucapkan bismillah adalah benar sesuai teks hadis dan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim adalah utama menurut ijtihad para ulama besar seperti Imam Nawawi dan Ibnu Taimiyah.

Tidak sepatutnya seorang Muslim merendahkan pendapat ulama atau membidahkan saudara seimannya hanya karena perbedaan dalam perkara yang telah dituntaskan oleh para pendahulu kita yang mulia.

Baca juga: 37 Surat Juz Amma Juz 30 dengan Bahasa Arab, Latin, Terjemahan

FAQ: Pertanyaan Seputar Adab Membaca Bismillah

  1. Apakah sah makan jika hanya membaca Bismillah? Ya, sangat sah dan sudah memenuhi kesunahan sesuai hadis Nabi SAW.
  2. Mengapa ada yang menyebut Bismillahirrahmanirrahim lebih afdal? Karena lafaz tersebut mengandung pujian yang lebih lengkap kepada Allah (Ar-Rahman dan Ar-Rahim).
  3. Apa yang harus dibaca jika lupa di awal makan? Bacalah Bismillah fi awalihi wa akhirihi.
  4. Apakah menambah lafaz bismillah termasuk bidah? Menurut mayoritas ulama, termasuk Imam Nawawi dan Ibnu Taimiyah, hal itu bukan bidah melainkan bentuk kesempurnaan zikir.
  5. Bagaimana sikap kita terhadap perbedaan ini? Saling menghargai dan tidak saling menyalahkan, karena keduanya memiliki landasan dalam keilmuan Islam.
  6. Apakah Imam Nawawi diakui oleh semua kalangan? Ya, karya-karya beliau dipelajari hampir di seluruh dunia Islam, dari pesantren tradisional hingga lembaga pendidikan modern.

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

Checklist Adab Makan Sesuai Sunah:

  • Mencuci tangan sebelum makan.
  • Membaca Tasmiah (Bismillah/Bismillahirrahmanirrahim).
  • Menggunakan tangan kanan.
  • Mengambil makanan yang terdekat.
  • Tidak mencela makanan.
  • Mengakhiri dengan hamdalah. (I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *