Edukasi Remaja Lewat Film Senja di Pelangi
Ilustrasi(Dok istimewa )

GERAKAN Aku Sahabatmu bekerja sama dengan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Jakarta III resmi meluncurkan film edukasi Senja di Pelangi melalui acara grand launching yang berlangsung di CGV FX Sudirman, Jakarta, Selasa (30/6).

Film Senja di Pelangi mengangkat beragam persoalan yang kerap dihadapi remaja, mulai dari Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO), kesehatan mental, toxic relationship, body shaming, hingga keberanian untuk bangkit dan mencari bantuan. Dengan pendekatan yang emosional serta dekat dengan realitas kehidupan generasi muda, film ini diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus mendorong terciptanya ruang yang aman bagi remaja di Indonesia.

Deretan pemain yang terlibat dalam film ini antara lain Hetty Astri selaku Founder Gerakan Aku Sahabatmu, Arief Luqman Caka yang memerankan Arel, Faiza Khanza sebagai Alya, Jehanara sebagai Ibu Alya, serta Dewi Yani sebagai Ibu Guru.

Acara peluncuran dihadiri berbagai unsur, mulai dari pejabat pemerintah, organisasi profesi, mitra pembangunan internasional, kalangan akademisi, insan perfilman, media, hingga pelajar dan mahasiswa. Kehadiran mereka menjadi wujud kolaborasi lintas sektor dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan mental dan membangun hubungan yang sehat di kalangan generasi muda.

Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya pejabat pemerintahan, sejumlah perwakilan lembaga, kepala sekolah, guru, siswa SMA, dan mahasiswa. Dalam sambutannya, Wakil Menteri Transmigrasi Boki Ratu Nita Budhi Susanti menyampaikan apresiasinya atas hadirnya film Senja di Pelangi. Ia menilai film tersebut dapat menjadi media edukasi yang efektif untuk meningkatkan kepedulian masyarakat, khususnya kalangan remaja, terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental.

“Film ini sangat luar biasa sebagai wadah edukasi kesehatan mental. Saya berharap film ini tidak berhenti pada peluncuran saja, tetapi dapat disebarluaskan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia agar semakin banyak remaja yang memperoleh manfaatnya,” ujarnya.

Di sisi lain, Produser film sekaligus Founder Gerakan Aku Sahabatmu, Hetty Astri, menegaskan bahwa Senja di Pelangi dibuat bukan untuk kepentingan komersial, melainkan sebagai bentuk pengabdian sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.

“Film ini tidak untuk dikomersialkan. Intinya, film ini dibuat untuk kebermanfaatan. Siswa-siswi SMP maupun SMA yang ingin menonton akan diberikan akses terbuka sebagai media edukasi untuk meningkatkan pengetahuan mereka. Untuk memperoleh akses penayangan, sekolah dapat menghubungi Poltekkes Kemenkes Jakarta III,” kata Hetty. 

Melalui peluncuran film Senja di Pelangi, Gerakan Aku Sahabatmu bersama Poltekkes Kemenkes Jakarta III berharap karya tersebut dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang membuka ruang diskusi mengenai kesehatan mental, mencegah kekerasan berbasis gender online, serta mengajak seluruh elemen masyarakat menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan suportif bagi remaja Indonesia. (E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *