Tujuh BUMN Logistik Resmi Merger, Ini Daftarnya
Ilustrasi(Dok Antara)

SEBANYAK tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor logistik resmi melakukan penggabungan menjadi satu entitas. Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan Konsolidasi yang dilaksanakan di Jakarta pada Selasa (30/6).

Ketua Steering Committee PMO Konsolidasi BUMN Logistik, Daud Joseph, mengungkapkan bahwa dalam proses transisi ini, PT Multi Terminal Indonesia telah ditetapkan sebagai surviving entity atau entitas yang tetap bertahan.

Adapun tujuh perusahaan yang terlibat dalam aksi korporasi merger ini meliputi:

  • Pelindo Sinergi Lokaseva Multiterminal Indonesia
  • Pelindo Sinergi Lokaseva Prima Indonesia Logistik
  • Pos Logistics
  • Pelni Logistics
  • PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN)
  • PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS)
  • Krakatau Integrated Logistics

“Jadi namanya adalah surviving entity atau satu entitas yang bertahan. Jadi, surviving entity yang akan bertahan adalah PT Multiterminal Indonesia,” ujar Daud.

Selama masa transisi, seluruh perusahaan tersebut akan melewati proses integrasi menyeluruh. Tahapan ini mencakup penyelarasan pada aspek operasional, hukum, keuangan, hingga tata kelola perusahaan (corporate governance) sebelum mencapai tahap transaksi final.

Daud menjelaskan bahwa penggabungan ini merupakan langkah awal dari konsolidasi logistik nasional yang digagas oleh Danantara Asset Management. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem logistik Indonesia yang lebih terintegrasi, efisien, dan memiliki daya saing global yang kuat.

“Ini sesuai dengan visi dan misi dari pemerintah yang ingin terjadi adanya efektivitas dan efisiensi dari proses logistik yang ada di negara ini. Dari sisi BUMN, Danantara menginginkan agar tujuh perusahaan ini dapat menjadi satu dan hari ini sudah mulai dilaksanakan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Daud yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Pos Indonesia, berharap konsolidasi ini memberikan dampak positif bagi sektor logistik nasional. Penyatuan berbagai kekuatan perusahaan ke dalam satu entitas diharapkan mampu memperkuat layanan sekaligus menekan biaya operasional secara signifikan.

“Manfaat yang kita harapkan bersama sebagai bangsa, di mana perusahaan logistik yang terkonsolidasi dapat memiliki semua fitur yang dibutuhkan, sehingga dengan satu entitas saja dapat melaksanakan berbagai fungsi logistik,” kata Daud.

Ia optimistis bahwa integrasi ini akan menghilangkan tumpang tindih layanan yang selama ini dijalankan oleh banyak perusahaan terpisah. “Dari situlah akan terjadi efisiensi, ada harga yang lebih efisien, karena tidak lagi multi perusahaan,” pungkasnya. (Ant/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *