Iga Swiatek Tekan Ekspektasi di Wimbledon 2026 Usai Persiapan Minim
Petenis Polandia Iga Swiatek(AFP/Adrian DENNIS)

MANTAN petenis nomor satu dunia, Iga Swiatek, memilih untuk bersikap realistis dengan menekan ekspektasi menjelang dimulainya turnamen Grand Slam Wimbledon. Petenis asal Polandia tersebut mengakui bahwa persiapannya menghadapi musim lapangan rumput tahun ini tidak sebaik pencapaiannya pada tahun lalu.

Swiatek mengungkapkan bahwa dirinya masih berupaya menemukan ritme permainan yang tepat. Hal ini menyusul hasil kurang memuaskan di turnamen pemanasan Bad Homburg pekan lalu, saat ia langsung tersingkir setelah kalah dari Emma Navarro dalam satu-satunya pertandingan lapangan rumput yang ia jalani musim ini.

“Saya benar-benar berada dalam posisi untuk menjaga ekspektasi tetap rendah,” ujar Swiatek dalam konferensi pers praturnamen sebagaimana dikutip dari WTA, Senin (29/6).

Tantangan Mempertahankan Gelar

Kembali ke All England Club sebagai juara bertahan, Swiatek menyadari sepenuhnya bahwa mempertahankan gelar di lapangan rumput adalah misi yang berat.

Sejarah mencatat, dalam satu dekade terakhir, hanya sedikit petenis putri yang mampu melakukan back-to-back juara di Wimbledon, salah satunya adalah Serena Williams pada edisi 2015 dan 2016.

Kondisi Swiatek saat ini kontras dengan performa dominannya pada edisi 2025. Tahun lalu, ia tiba di London dengan modal finalis Bad Homburg dan tampil sangat impresif tanpa kehilangan satu set pun sejak babak ketiga.

Perbandingan Performa Swiatek (2025 vs 2026)







Aspek Edisi 2025 Edisi 2026
Hasil Prancis Terbuka Juara (Asumsi) Babak Keempat (Terburuk sejak 2019)
Pemanasan Rumput Final Bad Homburg Kalah di Laga Perdana Bad Homburg
Catatan Spesial Merebut 20 gim beruntun Minim jam terbang di rumput

Membangun Kepercayaan Diri

Meski datang dengan modal minim, petenis berusia 25 tahun ini tetap optimistis bahwa kepercayaan diri bisa dibangun seiring berjalannya turnamen. Ia mengenang bagaimana ketenangan dan keyakinan diri menjadi kunci suksesnya menaklukkan permukaan lapangan yang paling sulit baginya itu pada tahun lalu.

“Tahun lalu saya bisa berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya dan itu sangat membantu,” tambahnya.

Di sela-sela pembahasan serius mengenai teknis, Swiatek sempat melontarkan candaan mengenai handuk ikonik Wimbledon yang selalu menjadi incaran kerabatnya.

“Saya sudah tidak punya handuk dari tahun lalu. Teman-teman dan keluarga saya menginginkannya,” katanya sambil tertawa.

Iga Swiatek dijadwalkan memulai perjuangannya di babak pertama Wimbledon dengan menghadapi Taylor Townsend pada Selasa (30/6) pukul 19.30 WIB. (Ant/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *