Warga Kertanegla Tasikmalaya Antre Air di Sumur Masjid karena Krisis Air
Warga Dusun Cipari dan Dusun Cipakat, Desa Kertanegla, Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, mulai mengalami kesulitan air bersih dan mereka memanfaatkan air sumur milik Masjid Al Ikhsan dan Al Kausar untuk kebutuhan memasak, minum.(MI/Kristiadi)

Musim kemarau panjang yang terjadi sejak 3 bulan telah menyebabkan 700 Kepala Keluarga (KK) warga Dusun Cipari dan Dusun Cipakat, Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat mengalami kesulitan air bersih. Krisis air tersebut, warga memanfaatkan air sumur Masjid Al Ikhsan dan Al Kausar digunakan untuk kebutuhan memasak, minum, mandi dan kakus.

Cucu Rasman (65), warga Dusun Cipakat, Kecamatan Bojonggambir mengatakan, musim kemarau panjang memasuki 3 bulan dan banyak debit air sumur warga mengalami penurunan hingga mereka memanfaatkan air sumur milik Masjid Al Ikhsan dan Al Kausar. Namun, kebutuhan air bersih yang mereka manfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari dan mereka tidak harus menunggu bantuan terlalu lama.

“Kemarau panjang du wilayahnya sudah memasuki 3 bulan dan kondisi yang telah terjadi warga terpaksa harus manfaatkan sumur milik Masjid Al Ikhsan dan Al Kausar. Akan tetapi, bantuan pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kurang tanggap dan mereka hanya menunggu laporan apalagi kebutuhan air sangat penting,” ujar Cucu Rasman, Senin (29/6/2026).

Menurut Cucu, musim kemarau panjang ini berdampak krisis air bersih terutama bagi warga di Dusun Cipari dan Dusun Cipakat, Desa Kertanegla hingga mereka memanfaatkan air sumur milik Masjid Al Ikhsan dan Al Kausar. Namun, kebutuhan air bersih sangat penting bagi kehidupan dan seharusnya bagi BPBD harus telaten cari informasi jangan hanya menunggu laporan.

“Kami meminta agar Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin supaya mengunjungi warganya, sekaligus membawa air bersih karena musim kemarau panjang akan lama dan dikhawatirkan lahan pertanian gagal tanam. Karena, kekeringan yang terjadi dapat berdampak pada ekonomi warga termasuk kebutuhan bahan pokok dipastikan naik,” katanya.

Sementara itu, Camat Bojonggambir, Ucu Mulyana mengatakan, musim kemarau yang terjadi di daerahnya menyebabkan banyak sumur mengalami kekeringan dan 700 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Cipari dan Dusun Cipakat, Desa Kertanegla terdampak. Akan tetapi, krisis air bersih yang terjadi selama ini warga terpaksa manfaatkan air sumur milik Masjid Al Ikhsan dan Al Kausar.

“Kami sudah mengirimkan laporan kepada BPBD berkaitan dengan warga terdampak dengan manfaatkan air sumur milik Masjid Al Ikhsan dan Al Kausar hingga setiap pagi, siang dan sore warga antre isi air memakai jerigen, galon, ember. Krisis air akan makin meluas kalau air sumur milik Masjid terus dipakai kemungkinan menyusut dan kami tetap berharap agar BPBD distribusikan air,” paparnya. (AD)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *