
LANGKAH percepatan transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui konsolidasi entitas usaha yang dijalankan Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan P Roeslani, mendapat dukungan dari kalangan akademisi. Kebijakan itu dinilai sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional serta membangun fondasi pembangunan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Rosan sebelumnya mengungkapkan, dari total 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan. Sekitar 300 entitas lainnya juga disebut akan segera menyusul dalam proses konsolidasi berikutnya.
Konsolidasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, dan memperbesar daya saing perusahaan-perusahaan negara. Dengan struktur yang lebih ramping, BUMN diharapkan dapat bergerak lebih cepat dalam mengambil keputusan bisnis dan menjalankan fungsi strategisnya.
| Data Konsolidasi | Jumlah/Keterangan |
|---|---|
| Total entitas BUMN | 1.077 entitas |
| Entitas yang telah dikonsolidasikan | 258 entitas |
| Entitas yang akan menyusul | Sekitar 300 entitas |
| Sektor baru yang dibahas | Pariwisata, event olahraga, dan industri kreatif |
Selain penyederhanaan entitas, Danantara juga tengah membahas peluang pengembangan sektor-sektor baru yang berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi. Beberapa sektor yang menjadi perhatian ialah pariwisata, event olahraga, dan industri kreatif.
Sektor-sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk membuka lapangan kerja baru, meningkatkan aktivitas usaha masyarakat, serta memperkuat perputaran ekonomi nasional.
Guru Besar Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru, Prof. Dr. Marihot Manullang, menilai konsolidasi BUMN merupakan langkah strategis untuk mewujudkan tata kelola perusahaan yang lebih efektif.
Mantan Rektor Universitas Simalungun periode 2014–2018 itu menyebut penyederhanaan struktur perusahaan dapat mempercepat proses pengambilan keputusan dan mengurangi tumpang tindih fungsi antarentitas.
“Kami apresiasi terobosan ini, karena konsolidasi yang dilakukan Danantara merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat daya saing BUMN. Dengan struktur yang lebih ramping dan terintegrasi, BUMN akan lebih fokus dalam menjalankan fungsi bisnisnya serta mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional,” ujar Prof. Marihot dalam keterangannya kepada media, Rabu (24/6/2026).
Pakar Manajemen Strategi, Manajemen Sumber Daya Manusia, dan Manajemen Pemasaran itu juga menilai pengembangan sektor pariwisata, olahraga, dan industri kreatif relevan dengan kebutuhan ekonomi masa depan. Menurutnya, arah tersebut sejalan dengan perubahan ekonomi yang semakin bertumpu pada inovasi dan penciptaan nilai tambah.
Dukungan serupa disampaikan akademisi Universitas Esa Unggul, Iswadi. Ia menyatakan langkah Danantara patut diapresiasi dan didukung semua pihak karena menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi secara menyeluruh.
“Arahan Presiden yang diterjemahkan melalui kebijakan Danantara menunjukkan visi jangka panjang dalam membangun ekonomi nasional yang lebih kuat. Konsolidasi BUMN tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga membuka ruang investasi yang lebih sehat dan produktif,” kata Iswadi.
Menurut Iswadi, pengembangan sektor baru seperti industri kreatif, pariwisata, dan event olahraga memiliki efek berganda atau multiplier effect yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Sektor-sektor tersebut dapat mendorong aktivitas usaha masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan daerah.
Para akademisi berharap transformasi BUMN melalui Danantara dapat berjalan konsisten dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, transparansi, serta orientasi pada peningkatan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
Dengan konsolidasi yang terarah, BUMN diharapkan semakin mampu menjadi motor penggerak pembangunan dan instrumen penting dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju serta berdaya saing. (Z-1)
