Kabar Baik! Main Video Game Sendirian Ternyata Bisa Mengurangi Kesepian
Ilustrasi(Magnific)

SELAMA ini, bermain video game sendirian sering kali dinilai negatif. Banyak orangtua khawatir aktivitas ini membuat anak atau orang dewasa menarik diri dari dunia luar, terjebak di depan layar yang menyala, dan melewatkan interaksi nyata. Namun, sebuah penelitian besar terbaru mematahkan stigma tersebut. Bermain genre game tertentu sendirian justru dapat membantu meredakan rasa kesepian dan membangun ketangguhan emosional.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal JMIR Serious Games melibatkan 2.252 orang dewasa berusia 21 tahun ke atas. Riset ini berfokus pada dampak psikologis dari dua jenis permainan tunggal (single-player), game petualangan dunia terbuka (open-world) seperti The Legend of Zelda: Breath of the Wild, dan game santai yang menyenangkan seperti Yoshi’s Crafted World.

Hasilnya mengejutkan. Para pemain yang rutin memainkan kedua jenis game tersebut melaporkan tingkat kesepian yang jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak bermain game sama sekali. Menariknya, gender atau jenis kelamin tidak memengaruhi hasil tersebut.

Kuncinya Ada pada Pola Pikir ‘Stoisisme’

Para peneliti menemukan bahwa hubungan antara bermain game dan menurunnya rasa sepi terletak pada pembentukan pola pikir stoisisme. Stoisisme dalam konteks psikologis mengacu pada ketangguhan emosional, kendali diri, serta kemampuan menghadapi tantangan hidup dengan tenang tanpa mengeluh.

Dua gaya permainan yang berbeda ini ternyata bekerja sama seperti sebuah “diet digital” yang seimbang untuk kesehatan mental:

  • Game Open-World (Zelda): Menempatkan pemain di dunia yang luas, keras, dan acuh tak acuh. Untuk bertahan hidup dan menyelesaikan misi, pemain dipaksa mengasah kegigihan, memecahkan masalah, dan bangkit dari kegagalan. Proses ini membangun ketangguhan mental yang kuat.
  • Game Santai (Yoshi): Menawarkan atmosfer yang ceria dan visual yang menggemaskan. Game ini melatih pemain untuk fokus pada kebahagiaan-kebahagiaan kecil di sekitar mereka, seperti menikmati pemandangan atau mencari objek tersembunyi, yang membantu menenangkan pikiran.

Kombinasi keduanya menciptakan keseimbangan emosional yang sempurna. Satunya membangun keberanian untuk merasa nyaman saat sendirian, sementara yang lain mengingatkan pemain dunia luar masih menyimpan kelembutan dan kegembiraan sederhana.

“Kebalikan dari stereotipe bahwa bermain game hanyalah sekadar pelarian, kami menemukan bahwa game open-world dan game yang mudah diakses serta menyenangkan dapat membantu menumbuhkan pola pikir stoik yang tangguh dan meredakan kesepian,” kata Andreas B. Eisingerich, salah satu penulis studi tersebut.

Solusi Kesehatan Mental yang Terjangkau

Meskipun riset ini bersifat lintas-sektoral dan belum bisa membuktikan hubungan sebab-akibat secara mutlak, karena bisa saja orang-orang yang dasarnya tangguh memang lebih tertarik pada game jenis ini, penemuan ini membuka pintu praktis bagi penanganan isu kesehatan mental.

Di tengah krisis kesepian global yang terus meningkat, terapi psikologis profesional sering kali mahal dan sulit diakses oleh semua orang. Kehadiran video game yang dipilih secara bijak dapat menjadi alternatif atau alat pendukung yang murah, akrab, dan bebas dari stigma sosial untuk menjaga kesejahteraan emosional di rumah. (Earth/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *