
MEMPHIS Grizzlies mengambil langkah besar dalam menentukan arah masa depan tim. Pada malam NBA Draft yang digelar di Brooklyn, New York, Selasa (23/6) waktu setempat, Grizzlies resmi memilih forward asal Duke University, Cameron Boozer, di urutan ketiga.
“Ini gila,” kata Boozer saat mendengar namanya dipanggil oleh Komisioner NBA Adam Silver. “Ini adalah sebuah kebahagiaan. Ini adalah sebuah kegembiraan.”
Kehadiran pebasket berusia 18 tahun ini menandai kelanjutan perombakan skuad Grizzlies yang telah dimulai sejak 2025. Saat itu, manajemen mengambil keputusan berani dengan memecat pelatih lama mereka, Taylor Jenkins, sesaat sebelum babak playoff. Kini di bawah asuhan pelatih Tuomas Iisalo, kedatangan Boozer yang dipadukan dengan talenta muda seperti Cedric Coward, Jaylen Wells, dan Zach Edey diprediksi akan mempercepat proses pembangunan ulang (rebuild) tim.
General Manager Grizzlies, Zach Kleiman, menunjukkan rasa optimisnya terhadap masa depan klub.
“Kelompok pemain muda yang sudah kami miliki, ditambah dengan kepemilikan aset putaran pertama yang hampir menyamai siapa pun di liga ini, akan segera membuktikannya sendiri dalam waktu dekat,” ujar Kleiman.
Pemain bertinggi badan 6 kaki 8 inci (203 cm) ini dinilai sebagai salah satu prospek yang paling siap bermain di NBA. Selama satu musim membela Duke, Boozer mencatatkan statistik impresif dengan rata-rata 22,5 poin, 10,2 rebound, 4,1 assist, dan 1,4 steal. Kelebihannya dalam akurasi tembakan tiga angka (39,1%) diharapkan mampu memperluas ruang permainan (spacing) Grizzlies serta menjadi opsi fasilitator serangan kedua setelah Cedric Coward.
Pilihan ini juga tampak selaras dengan budaya baru yang ingin dibangun Memphis, di tengah ketidakpastian masa depan bintang mereka, Ja Morant. Grizzlies dikabarkan baru bisa menjajaki opsi pertukaran untuk Morant setelah bursa pemain bebas agen (free agency) dibuka musim panas ini.
Keberhasilan Cameron menembus NBA sekaligus melanjutkan dinasti keluarganya. Ia adalah putra dari Carlos Boozer, mantan bintang NBA All-Star dua kali yang juga pernah membela Duke. Carlos yang hadir langsung memberikan pesan menyentuh untuk sang anak.
“Ambil momen ini, nikmati momen ini,” kata Carlos Boozer. “Sadarilah di mana kakimu berpijak saat ini. Pergilah dan nikmati itu, Nak, pergilah dan nikmati.” Sebelum malam draf dimulai, Cameron juga sempat menikmati suasana New York City bersama kekasihnya, Yva Lauren Cao, yang merupakan seorang pemandu sorak dari University of Miami. (ESPN/People/NBA/Z-2)
