
GELANDANG muda Persija Jakarta, Arlyansyah Abdulmanan, menegaskan kesiapannya untuk bersaing memperebutkan posisi di starting eleven Macan Kemayoran pada musim mendatang. Pernyataan ini muncul menyusul kebijakan baru operator kompetisi I.League yang resmi menghapus regulasi kewajiban penggunaan pemain U-23.
Sebelumnya, regulasi kompetisi mewajibkan setiap klub untuk mendaftarkan minimal lima pemain U-23 dan menurunkan setidaknya satu pemain muda sebagai starter dengan durasi bermain minimal 45 menit. Namun, bagi Arlyansyah, penghapusan aturan tersebut bukanlah hambatan, melainkan tantangan untuk membuktikan kualitas aslinya.
“Saya masih percaya diri bisa bersaing dengan pemain-pemain Persija yang lain. Saya tidak takut bersaing meski tanpa aturan itu,” ujar Arlyansyah saat memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Senin (22/6).
Optimisme di Bawah Arahan Pelatih Baru
Pemain berusia 20 tahun tersebut justru merasa antusias menyambut musim baru, terutama dengan kehadiran sosok pelatih baru yang akan menukangi Persija, Shin Tae-yong. Arlyansyah menilai rekam jejak pelatih asal Korea Selatan tersebut, yang gemar mengorbitkan pemain muda, menjadi sinyal positif bagi kariernya.
Menurutnya, gaya kepelatihan yang mengutamakan kerja keras dan kedisiplinan akan memberikan kesempatan yang adil bagi siapa saja yang menunjukkan performa terbaik di sesi latihan.
“Jadi saya akan lebih semangat berlatih agar bisa masuk starting di tim yang dilatih beliau (Shin Tae-yong),” tambahnya.
| Nama Pemain | Arlyansyah Abdulmanan |
| Posisi | Gelandang |
| Usia | 20 Tahun |
| Klub | Persija Jakarta |
| Perubahan Regulasi | Penghapusan wajib starter U23 (45 menit) |
Persaingan Lini Tengah Macan Kemayoran
Persaingan di lini tengah Persija Jakarta diprediksi akan semakin ketat. Tanpa adanya “proteksi” regulasi, Arlyansyah harus bersaing secara terbuka dengan para pemain senior dan pemain asing. Namun, mentalitas yang ditunjukkan pemain muda ini menjadi modal penting bagi Persija dalam mengarungi kompetisi kasta tertinggi Indonesia musim depan.
Manajemen Persija sendiri berharap para pemain muda tidak hanya bergantung pada regulasi untuk mendapatkan menit bermain, melainkan mampu meningkatkan level permainan mereka agar setara dengan standar pemain utama di liga. (Ant/Z-1)
