Skotlandia Masih Yakin Lolos ke Fase Gugur meski Kalah dari Maroko
Timnas Skotlandia(Instagram/scotlandnationalteam)

Skotlandia menolak menyerah dalam perburuan tiket ke fase gugur Piala Dunia 2026 meski baru saja menelan kekalahan tipis 0-1 dari Maroko pada laga kedua Grup C di Stadion Boston, AS, Sabtu (20/6) dini hari WIB. Dipimpin kapten sekaligus gelandang andalan John McGinn, skuad Tartan Army tetap optimistis mampu mencetak sejarah dengan lolos dari fase grup untuk pertama kalinya.

Gol cepat Ismael Saibari pada laga Skotlandia vs Maroko di menit kedua menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut. Hasil itu membuat Maroko mengoleksi empat poin sedangkan Skotlandia tertahan di angka tiga menjelang laga terakhir grup. Situasi tersebut memaksa pasukan Steve Clarke meraih hasil positif saat menghadapi Brasil pada pertandingan pamungkas di Miami pekan depan jika ingin memastikan langkah ke babak 32 besar.

“Kami sudah menunjukkan bahwa kami bisa bersaing dengan tim-tim papan atas dunia. Brasil tentu akan memberikan tantangan berbeda karena mereka memiliki kualitas yang bisa menghukum lawan kapan saja,” kata McGinn.

Gelandang Aston Villa itu menilai timnya masih memiliki peluang besar selama mampu menampilkan performa terbaik.

“Kami tahu apa yang harus dilakukan untuk lolos ke babak berikutnya. Kami harus tampil sebaik mungkin,” katanya.

Meski kebobolan gol tercepat di Piala Dunia 2026 sejauh ini, Skotlandia mampu memberikan perlawanan sengit kepada Maroko yang kini menempati peringkat ketujuh dunia FIFA. Namun, mereka kesulitan menciptakan peluang bersih dan gagal benar-benar menguji ketangguhan kiper Yassine Bounou. McGinn bahkan merasa timnya layak mendapat hadiah penalti dalam pertandingan tersebut. Kendati demikian, ia tetap bangga dengan semangat juang yang diperlihatkan rekan-rekannya.

“Kami adalah kelompok pemain yang tangguh. Mungkin kami tidak selalu memiliki kualitas yang sama dengan tim-tim 10 besar dunia, tetapi kami punya semangat dan karakter,” ujarnya.

“Apakah kami masih bisa berkembang? Tentu saja. Tetapi kami akan terus berjuang. Babak kedua menunjukkan bahwa ketika kami menekan lawan, mereka juga bisa melakukan kesalahan.”

Nada serupa disampaikan gelandang Lewis Ferguson. Menurutnya, Skotlandia layak membawa pulang setidaknya satu poin dari laga tersebut.

“Ini membuktikan betapa sulitnya memenangkan pertandingan Piala Dunia. Semua tim berada di level yang sangat tinggi. Saya bangga dengan respons tim, tetapi kecewa dengan hasil akhirnya. Saya rasa kami pantas mendapatkan satu poin,” kata Ferguson.

Pelatih Steve Clarke juga meminta para pemain segera bangkit. Dia menegaskan peluang lolos masih terbuka lebar.

“Skuad ini sudah berkali-kali menunjukkan ketangguhan mereka selama beberapa tahun terakhir. Saat ini mereka memang kecewa, tetapi kami masih punya satu kesempatan lagi,” ujar Clarke.

Kini fokus Skotlandia beralih ke laga besar melawan Brasil di Miami. Selain harus menghadapi salah satu favorit juara, mereka juga perlu beradaptasi dengan cuaca Florida yang jauh lebih panas dibandingkan Boston. (E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *