
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca Jawa Tengah hari ini 20 Juni 2026 dan peringatan dini terkait potensi banjir rob dan cuaca ekstrem. Meski sebagian besar wilayah telah memasuki musim kemarau, fenomena air laut pasang (rob) setinggi 1 meter diprediksi masih akan merendam sejumlah titik di pesisir utara (Pantura).
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Wahyu Sri Mulyani, mengungkapkan bahwa rob dengan ketinggian maksimum 1 meter diperkirakan terjadi pada pukul 10.00 hingga 15.00 WIB. Kondisi ini menyebabkan banjir di beberapa wilayah Pantura sulit surut dan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
- Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, dan Rembang.
“Banjir rob ini berdampak pada gangguan transportasi, aktivitas bongkar muat di pelabuhan, hingga sektor budidaya perikanan darat dan petani garam,” ujar Wahyu Sri Mulyani dalam keterangannya, Jumat (19/6).
Potensi Hujan di 14 Daerah
Sementara itu, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Semarang, Agus Triyono, menjelaskan bahwa cuaca pada pagi hingga siang hari umumnya cerah berawan. Namun, memasuki sore hingga awal malam, hujan ringan berpeluang mengguyur 14 daerah, terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi.
| Kategori | Data Prakiraan |
|---|---|
| Wilayah Hujan Ringan | Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Karanganyar, Demak, Temanggung, Kajen, Magelang, Salatiga, Semarang, Bumiayu, Majenang, Ambarawa. |
| Suhu Udara | 19 – 34 Derajat Celcius |
| Kelembapan | 50% – 95% |
| Kecepatan Angin | 3 – 27 km/jam (Timur ke Selatan) |
Kondisi Gelombang Laut
BMKG juga mengingatkan risiko pelayaran di perairan selatan Jawa Tengah yang memiliki ketinggian gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter. Sedangkan di perairan utara, gelombang relatif lebih rendah berkisar 0,5 hingga 1,25 meter. Nelayan dan operator kapal diminta waspada jika kecepatan angin melebihi 15 knot. Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi dampak banjir rob yang dapat menghambat mobilitas di jalur utama Pantura. (H-4)
