Kemenhaj: Lebih dari 114 Ribu Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air
Umat Islam dari berbagai negara melakukan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Rabu (17/6/2026) waktu setempat.(ANTARA/CITRA ATMOKO)

KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memastikan proses pemulangan jemaah haji Indonesia berlangsung aman dan lancar hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air. Hingga memasuki hari ke-59 operasional haji dan hari ke-17 fase pemulangan, lebih dari separuh jemaah Indonesia telah tiba di Indonesia.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa sebanyak 114.236 jemaah dan petugas atau sekitar 55 persen dari total jemaah haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air.

“Alhamdulillah hingga hari ini, sebanyak 267 kloter telah diberangkatkan melalui Bandara Jeddah dan 33 kloter melalui Bandara Madinah. Sementara itu, total yang telah tiba di Indonesia mencapai 114.236 jemaah dan petugas,” kata Maria, dikutip Jumat (19/6).

Selain pemulangan ke Indonesia, pergerakan jemaah dari Makkah ke Madinah juga terus berlangsung sebagai bagian dari skema pemulangan gelombang kedua. Tercatat sebanyak 192 kelompok terbang (kloter) atau 74.441 jemaah dan petugas telah diberangkatkan menuju Madinah.

Maria mengapresiasi berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, termasuk Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, dan seluruh unsur pendukung lainnya. Apresiasi khusus juga diberikan kepada jemaah Indonesia yang dinilai disiplin dalam mematuhi aturan selama proses kepulangan.

Menurutnya, kepatuhan jemaah memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran operasional pemulangan, terutama terkait aturan penerbangan dan keamanan bandara.

“Kami mengapresiasi jemaah yang dengan penuh kesadaran mematuhi berbagai ketentuan perjalanan dan penerbangan, termasuk tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin. Kepatuhan ini sangat membantu petugas dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan kelancaran penerbangan, sekaligus mempercepat proses pemeriksaan di bandara,” tegasnya.

Ia menilai sikap tertib yang ditunjukkan jemaah selama fase pemulangan mencerminkan nilai-nilai positif yang telah dibangun selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

“Kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah. Sikap tertib dan kooperatif yang ditunjukkan jemaah Indonesia patut diapresiasi karena turut mendukung suksesnya operasional pemulangan haji tahun ini,” ucapnya.

Kemenhaj kembali mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga dokumen perjalanan, khususnya paspor, serta memastikan barang bawaan sesuai dengan ketentuan maskapai dan otoritas penerbangan. Jemaah juga diminta tidak membawa air zamzam dalam koper bagasi maupun tas kabin.

“Air zamzam akan dibagikan secara resmi kepada jemaah setibanya di debarkasi di Indonesia. Karena itu, jemaah tidak perlu membawa air zamzam di dalam koper. Kami berharap seluruh jemaah tetap mematuhi ketentuan ini demi kelancaran proses pemulangan,” jelas Maria.

Selain kepatuhan terhadap aturan penerbangan, jemaah juga diimbau untuk menjaga kondisi fisik selama perjalanan pulang dengan cukup beristirahat, mengonsumsi air yang cukup, serta mengikuti arahan petugas hingga tiba di daerah asal masing-masing.

Maria pun mengajak seluruh jemaah untuk mempertahankan nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Haji tidak berakhir saat jemaah meninggalkan Tanah Suci. Nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, persaudaraan, dan kepedulian sosial yang telah dipelajari selama berhaji hendaknya terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat, selamat, dan meraih haji yang mabrur,” pungkasnya. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *