
KOMANDO Distrik Militer (Kodim) 0723/Klaten melaksanakan panen raya jagung R7 di lahan Kompi Produksi Desa Karangan, Kecamatan Karanganom, Klaten, Kamis (18/6).
Kegiatan panen raya jagung tersebut, menunjukkan bahwa Kodim 0723/Klaten berkomitmen dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional.
Panen raya jagung R7 di Karanganom, merupakan salah satu wujud nyata kontribusi TNI AD dalam mendorong terciptanya swasembada pangan khususnya jagung di Klaten.
Luas lahan panen raya jagung 3.200 meter persegi, dengan hasil sekitar dua ton. Jagung jenis R7 ditaman di lahan Kompi Produksi Kodim 0723/Klaten sejak Maret 2026.
Panen raya jagung dihadiri Komandan Kompi Produksi Kapten Cpl Tri Joko, Pasiter Kapten Inf Eka Atmaja, Danramil 14/Karanganom Kapten Inf Maskat, dan personel Kodim Klaten.
Kapten Cpl Tri Joko menyampaikan, bahwa pemanfaatan lahan produktif untuk budidaya jagung merupakan langkah strategis dalam mendukung program ketahanan pangan.
Kegiatan panen raya jagung di Desa Karangan, Karanganom, menjadi sarana pembelajaran dan contoh bagi masyarakat dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia.
“Panen raya ini merupakan hasil dari kerja keras dan komitmen kita dalam mengelola lahan produktif yang dimiliki satuan. Kegiatan ini diharapkan bisa terus berlanjut,” katanya.
Menurut Tri Joko, hasil panen jagung R7 di lahan Kompi Produksi Kodim 0723/Klaten cukup bagus, dan diharapkan kegiatan tanam jagung seperti ini dapat terus berlanjut.
“Panen raya jagung Kompi Produksi Kodim 0723/Klaten ini memberikan kontribusi nyata terhadap upaya peningkatan produksi pangan, khususnya jagung di Klaten,” ujarnya.
Sementara itu, Pasiter Kapten Inf Eka Atmaja mengatakan, bahwa keterlibatan Kodim 0723/Klaten dalam sektor pertanian merupakan implementasi tugas pembinaan teritorial.
Sektor pertanian memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketersediaan bahan pangan. Karena itu, program pemanfaatan lahan produktif perlu didorong.
“Panen raya jagung R7 di lahan Kompi Produksi Kodim 0723/Klaten menjadi bukti, bahwa pemanfaatan lahan secara optimal mampu menghasilkan nilai produktif yang bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya. (E-2)
