
PELATIH timnas Panama, Thomas Christiansen, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya dipaksa menyerah 0-1 oleh timnas Gana dalam laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026. Bertanding di Stadion BMO Field, Toronto, Kanada, Kamis (18/6) WIB, kekalahan tersebut disebutnya sebagai hasil yang sangat menyakitkan.
Panama sebenarnya tampil cukup impresif dan mampu mengimbangi permainan fisik Gana. Namun, konsentrasi yang pecah di detik-detik akhir pertandingan menjadi petaka bagi skuad berjuluk Los Canaleros tersebut.
Dominasi yang Berakhir Sia-sia
Thomas Christiansen menilai Orlando Mosquera dan kolega seharusnya layak mendapatkan hasil yang lebih baik. Berdasarkan jalannya pertandingan, Panama mampu memegang kendali ritme, terutama pada paruh pertama laga.
“Kami bermain sangat baik pada babak pertama dan mampu mengendalikan permainan melawan Ghana,” ujar Christiansen sebagaimana dikutip dari laman resmi FIFA.
Pelatih asal Denmark tersebut menambahkan bahwa performa timnya sangat menjanjikan sepanjang 90 menit. Namun, ia menyoroti hilangnya fokus pada momen krusial yang berhasil dimanfaatkan oleh Ghana untuk mencuri poin penuh.
| Skor Akhir | Panama 0-1 Ghana |
| Pencetak Gol | Caleb Yirenkyi (90+5′) |
| Stadion | BMO Field, Toronto |
| Grup | Grup L Piala Dunia 2026 |
Drama Injury Time
Pertandingan tampak akan berakhir imbang tanpa gol sebelum drama terjadi pada masa injury time menit ke-90+5. Melalui skema serangan balik cepat yang diinisiasi oleh Brandon Thomas-Asante, bola berhasil dikirimkan kepada Caleb Yirenkyi.
Yirenkyi dengan tenang menaklukkan lini pertahanan Panama dan menjebol gawang Orlando Mosquera, sekaligus memastikan kemenangan tipis bagi The Black Stars. Hasil ini menjadi modal krusial bagi Ghana yang selanjutnya akan menghadapi tim kuat Inggris.
Misi Berat di Laga Sisa
Kekalahan ini menempatkan Panama dalam posisi sulit di Grup L. Christiansen menyadari bahwa tantangan ke depan akan jauh lebih berat karena mereka harus bersua dengan dua raksasa sepak bola, Kroasia dan Inggris.
“Ujian dalam menghadapi dua lawan berikutnya akan lebih berat. Sebab Kroasia dan Inggris merupakan langganan putaran final Piala Dunia, serta lebih diunggulkan,” aku Christiansen.
Meski demikian, ia meminta para pemainnya untuk tidak terpuruk dan tetap menegakkan kepala. Christiansen menegaskan bahwa Panama akan berjuang habis-habisan di dua laga sisa demi menjaga asa lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026. (Ant/Z-1)
