McLaren Gugat FIA Terkait Pembatalan Penalti Pierre Gasly di GP Monako
Pembalap Alpine Pierre Gasly(AFP/MANAURE QUINTERO)

TIM Formula 1 McLaren resmi mengajukan banding ke Pengadilan Banding FIA terkait keputusan pembatalan penalti pit-lane speeding yang sebelumnya dijatuhkan kepada pembalap Alpine, Pierre Gasly, di GP Monako. Langkah hukum ini diambil McLaren karena menilai keputusan tersebut mencederai prinsip keadilan olahraga dan konsistensi regulasi.

Persoalan ini bermula ketika Alpine memenangkan hak peninjauan kembali (right of review) atas penalti Gasly. Hasilnya, Gasly yang semula melorot ke posisi ketujuh dikembalikan ke posisi ketiga (podium). FIA mengakui adanya kesalahan fatal dalam pengukuran panjang pit lane di Monaco, yang menyebabkan sistem salah menghitung kecepatan mobil.

Ketidakadilan bagi Pembalap Lain

McLaren menegaskan bahwa pembatalan penalti secara sepihak hanya untuk satu pembalap menciptakan situasi yang tidak adil. Pasalnya, banyak pembalap lain, termasuk Oscar Piastri dari McLaren, juga terkena penalti serupa dan telah menjalani hukuman tersebut selama balapan berlangsung.

“Kasus ini menimbulkan pertanyaan penting mengenai keadilan olahraga, konsistensi regulasi, dan integritas kompetisi. Penghapusan penalti setelah balapan usai menciptakan situasi di mana pesaing yang mematuhi aturan justru dirugikan,” tulis pernyataan resmi McLaren.

Pembalap McLaren, Oscar Piastri, mengaku terkejut dengan keputusan tersebut. Piastri yang semula berada di posisi keempat harus turun ke posisi kelima akibat kembalinya Gasly ke podium.

“Bagaimana Anda bisa membatalkan satu keputusan yang salah, sementara orang lain telah menjalani hukuman untuk hal yang sama di tengah balapan? Ini sungguh mencengangkan,” ujar Piastri.

Kesalahan Teknis FIA

Berdasarkan laporan persidangan, diketahui bahwa FIA mengukur pit lane Monaco 77 meter lebih panjang dari jalur yang sebenarnya dilewati pembalap. Karena kecepatan dihitung berdasarkan waktu tempuh jarak tertentu, sistem secara otomatis menganggap pembalap melampaui batas 60 km/jam, padahal secara faktual tidak ada pembalap yang melanggar.

Kekacauan ini juga berdampak besar pada pembalap Mercedes George Russell. Russell yang sedang memperebutkan posisi ketiga dijatuhi penalti drive-through karena kesalahan komunikasi tim saat mencoba menunda eksekusi penalti yang dianggapnya tidak masuk akal. Akibatnya, Russell terlempar ke posisi ke-12 dan kehilangan 15 poin krusial dalam perburuan gelar juara dunia.

Daftar Pembalap Terdampak Penalti Pit Lane Monaco









Pembalap Tim Pelanggaran Status Saat Ini
Pierre Gasly Alpine +0.1 km/jam & +0.4 km/jam Penalti Dibatalkan (Podium P3)
Oscar Piastri McLaren +0.1 km/jam Menjalani Penalti (Turun ke P5)
George Russell Mercedes +0.1 km/jam Penalti Drive-through (P12)
Lewis Hamilton Ferrari +0.1 km/jam Menjalani Penalti (Tetap di Poin)
Franco Colapinto Alpine +0.1 km/jam Menjalani Penalti (Luar Poin)

Hingga saat ini, Red Bull Racing juga dilaporkan belum menyerahkan trofi posisi ketiga kepada Gasly karena mereka masih mempertimbangkan untuk ikut mengajukan banding. Pembalap Red Bull Isack Hadjar adalah pembalap yang harus merelakan podiumnya diambil kembali oleh Gasly setelah keputusan FIA tersebut.

Kasus ini kini berada di tangan Pengadilan Banding FIA sebagai otoritas hukum tertinggi dalam organisasi tersebut untuk menentukan apakah hasil GP Monako akan direvisi secara menyeluruh atau tetap pada keputusan kontroversial saat ini. (bbc/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *