
KEPOLISIAN Polandia tengah menyelidiki kasus pembunuhan terhadap seorang seniman asal Rusia yang dikenal vokal mengkritik Presiden Vladimir Putin. Korban bernama Robert Kuzovkov, 44, atau yang populer dengan nama samaran Semyon Skrepetsky, tewas ditembak pada Senin pagi di Kota Biala Podlaska, Polandia.
Jaksa penuntut Polandia mengungkapkan bahwa korban ditembak sebanyak lima kali di bagian kepala, dada, dan punggung. Peristiwa tragis ini terjadi di sebuah area parkir mobil yang terletak hanya sekitar 600 meter dari Konsulat Belarus.
Pihak berwenang bergerak cepat dan telah menahan dua warga negara Belarus berusia 33 dan 37 tahun di dekat gedung konsulat tersebut. Juru bicara kantor kejaksaan distrik di Lublin, Marcin Kozak, menyatakan bahwa peran kedua orang tersebut dalam insiden ini masih terus didalami.
Kronologi Penembakan di Dekat Perbatasan
Robert Kuzovkov sebelumnya diberikan suaka di Biala Podlaska, sebuah kota kecil berpenduduk kurang dari 60,000 jiwa dekat perbatasan Belarus, setelah melarikan diri dari Rusia pada 2021 karena mengkhawatirkan tuntutan pidana.
Marcin Kozak menjelaskan korban awalnya didekati seorang pria bersenjata yang tidak dikenal, yang langsung melepaskan dua tembakan awal.
“Ketika korban jatuh ke tanah, pelaku mendekat, melepaskan tiga tembakan lagi, dan kemudian dengan cepat melarikan diri dari tempat kejadian. Robert K meninggal di tempat kejadian,” ujar Kozak.
Di lokasi pembunuhan, polisi berhasil mengamankan lima selongsong peluru dan satu peluru Geco 9mm Luger. Proses autopsi jenazah dijadwalkan akan dilakukan pada hari Rabu. Kozak menambahkan motif pembunuhan diduga kuat berkaitan dengan aktivitas korban.
“Korban terlibat dalam aktivitas seni publik dan menggunakan, antara lain, nama samaran Semyon Skrepetsky, yang di bawahnya dia mengekspresikan kritik terhadap kebijakan otoritas Federasi Rusia saat ini,” jelas Kozak.
Melalui saluran Telegram dan YouTube miliknya, Skrepetsky kerap mengunggah karikatur satir yang mengejek para pemimpin politik. Ia pernah menggambar Putin di pelukan diktator Soviet Joseph Stalin, serta pemimpin Belarus Alexander Lukashenko sebagai Adolf Hitler. Namun, alamat rumah korban di Polandia kabarnya tersebar bebas di internet.
Sempat Diingatkan oleh Kerabat
Kematian Skrepetsky meninggalkan seorang istri dan lima orang anak di Polandia. Beberapa hari sebelum tewas, ia diketahui sempat menghadiri aksi protes Hari Rusia di depan Kedutaan Besar Rusia di Berlin, Jerman.
Seorang sahabat korban, Bulat Subkhankulov, mengaku sudah berulang kali memperingatkan bahaya yang mengintai seniman tersebut.
“Saya terus memberi tahu dia: ‘Kawan, mereka akan datang menjemputmu, mereka akan datang menjemputmu, mereka akan datang menjemputmu. Tolong bersiaplah, selalu tetap waspada,'” kata Subkhankulov kepada BBC.
Subkhankulov menilai sahabatnya itu sudah terlalu larut dalam aktivitasnya hingga mengabaikan keselamatan diri sendiri.
“Saya terus mengatakan kepadanya bahwa itu bisa berakhir buruk… Akhirnya saya sadar tidak ada gunanya. Dia memang tipe pria seperti itu: benar-benar sembrono dan keras kepala,” pungkasnya. (BBC/Z-2)
