Mengapa Heat Stroke Lebih Rentan Terjadi pada Anak? Ini Penjelasan Medisnya
Ilustrasi anak beraktivitas di tengah cuaca panas ekstrem.(Dok. Magnific)

HEAT stroke atau sengatan panas adalah kondisi medis darurat yang terjadi ketika suhu tubuh meningkat tajam hingga mencapai 40 derajat Celsius atau lebih akibat paparan cuaca panas ekstrem. Meskipun siapa pun bisa mengalaminya, anak-anak memiliki tingkat kerentanan yang jauh lebih tinggi dibandingkan orang dewasa.

Memahami alasan di balik kerentanan ini sangat penting bagi orangtua dan pengasuh untuk mencegah kondisi yang bisa berakibat fatal ini. Berikut adalah faktor-faktor medis dan fisiologis yang menyebabkan anak lebih mudah terkena heat stroke:

1. Sistem Regulasi Suhu Tubuh Belum Sempurna

Anak-anak, terutama bayi dan balita, belum memiliki sistem pengaturan suhu tubuh (termoregulasi) yang matang. Tubuh mereka belum mampu beradaptasi dengan perubahan suhu lingkungan secepat orang dewasa. Akibatnya, saat cuaca ekstrem, suhu inti tubuh anak bisa meningkat 3 hingga 5 kali lebih cepat daripada orang dewasa.

2. Produksi Keringat yang Lebih Sedikit

Berkeringat adalah mekanisme alami tubuh untuk mendinginkan diri. Namun, kelenjar keringat pada anak-anak belum berfungsi seefektif orang dewasa. Karena volume keringat yang dihasilkan lebih sedikit, proses penguapan untuk menurunkan suhu tubuh menjadi terhambat, sehingga panas terperangkap di dalam tubuh lebih lama.

3. Luas Permukaan Tubuh yang Lebih Besar

Secara proporsional, anak-anak memiliki luas permukaan tubuh yang lebih besar dibandingkan dengan berat badan mereka. Hal ini menyebabkan tubuh mereka menyerap panas dari lingkungan sekitar jauh lebih banyak dan lebih cepat saat berada di bawah sinar matahari atau di dalam ruangan yang panas.

4. Metabolisme yang Lebih Tinggi

Anak-anak memiliki laju metabolisme yang lebih tinggi karena mereka sedang dalam masa pertumbuhan dan cenderung lebih aktif secara fisik. Metabolisme yang tinggi ini menghasilkan panas internal yang lebih besar, yang jika ditambah dengan panas eksternal, akan mempercepat risiko terjadinya sengatan panas.

  • Suhu tubuh meningkat drastis (di atas 39-40°C).
  • Kulit tampak merah, panas, dan kering (tidak berkeringat).
  • Denyut nadi cepat dan kuat.
  • Pusing, mual, atau muntah.
  • Anak tampak bingung, gelisah, atau bahkan pingsan.

Untuk melindungi anak dari risiko heat stroke, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:

  • Hidrasi Cairan: Pastikan anak minum air putih secara teratur, bahkan sebelum mereka merasa haus.
  • Pakaian yang Tepat: Gunakan pakaian berwarna terang, berbahan ringan, dan longgar agar sirkulasi udara terjaga.
  • Hindari Jam Terpanas: Batasi aktivitas luar ruangan antara pukul 10.00 hingga 16.00.
  • Jangan Pernah Meninggalkan Anak di Mobil: Suhu di dalam mobil yang terparkir dapat meningkat puluhan derajat dalam hitungan menit, yang merupakan penyebab umum heat stroke fatal pada anak.

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Jika anak menunjukkan gejala kelelahan akibat panas (heat exhaustion) seperti lemas dan pucat, segera pindahkan ke tempat sejuk dan beri minum. Namun, jika anak mulai menunjukkan tanda penurunan kesadaran, kejang, atau suhu tubuh tidak kunjung turun, segera bawa ke unit gawat darurat terdekat karena heat stroke pada anak terjadi, itu adalah kondisi yang mengancam nyawa. (H-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *