Campak Bisa Picu Infeksi Paru dan Radang Otak, Ini Penjelasannya
Ilustrasi(Magnific)

CAMPAK selama ini kerap dikenal sebagai penyakit yang ditandai dengan demam dan ruam kemerahan pada kulit. Namun, penyakit yang disebabkan virus ini ternyata dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, termasuk pneumonia dan ensefalitis yang berpotensi mengancam nyawa.

Menurut informasi dari Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), campak bukan sekadar penyakit dengan gejala ringan. Infeksi ini dapat menyerang siapa saja, tetapi bayi dan anak-anak termasuk kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi berat.

Gejala campak biasanya mulai muncul sekitar 7-14 hari setelah seseorang terpapar virus. Pada tahap awal, penderita umumnya mengalami demam tinggi, batuk, pilek, serta mata merah dan berair. Dua hingga tiga hari kemudian dapat muncul bintik-bintik putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai bercak Koplik.

Setelah itu, ruam khas campak mulai terlihat. Ruam biasanya muncul di area wajah dekat garis rambut sebelum menyebar ke leher, badan, lengan, tungkai, hingga seluruh tubuh. Saat ruam muncul, suhu tubuh penderita dapat meningkat hingga lebih dari 40 derajat Celsius.

Pneumonia Komplikasi yang Paling Sering Menyebabkan Kematian

Salah satu komplikasi paling serius akibat campak adalah pneumonia atau infeksi paru-paru. Kondisi ini terjadi ketika infeksi menyebabkan peradangan pada jaringan paru sehingga mengganggu proses pernapasan.

CDC menyebutkan bahwa sebanyak satu dari setiap 20 anak yang terinfeksi campak dapat mengalami pneumonia. Komplikasi ini juga menjadi penyebab kematian paling umum pada anak-anak yang menderita campak.

Pneumonia akibat campak dapat menyebabkan gejala seperti sesak napas, napas cepat, nyeri dada, hingga penurunan kadar oksigen dalam tubuh. Pada kasus yang berat, pasien membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.

Selain pneumonia, campak juga dapat memicu infeksi telinga dan diare. Sekitar satu dari 10 anak yang terkena campak mengalami infeksi telinga, sementara diare dilaporkan terjadi pada sebagian penderita.

Peradangan Otak yang Berbahaya

Komplikasi lain yang tidak kalah serius adalah ensefalitis, yaitu peradangan atau pembengkakan pada otak. Meskipun lebih jarang terjadi dibandingkan pneumonia, kondisi ini dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang serius.

Data CDC menunjukkan sekitar satu dari 1.000 anak yang terinfeksi campak berisiko mengalami ensefalitis. Peradangan pada otak ini dapat menyebabkan kejang, gangguan pendengaran permanen, hingga disabilitas intelektual.

Dalam kondisi tertentu, ensefalitis juga dapat mengancam keselamatan jiwa penderita. Karena itu, campak tidak boleh dianggap sebagai penyakit biasa yang akan sembuh dengan sendirinya tanpa risiko.

Kelompok yang Paling Berisiko Mengalami Komplikasi

Meski campak dapat menyerang siapa saja, beberapa kelompok diketahui lebih rentan mengalami komplikasi serius, yaitu:

  • Anak-anak berusia di bawah 5 tahun
  • Orang dewasa berusia di atas 20 tahun
  • Ibu hamil
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, seperti penderita leukemia atau HIV

CDC juga mencatat bahwa sekitar 1 dari 5 orang yang tidak divaksinasi dan terinfeksi campak harus dirawat di rumah sakit. Selain itu, sekitar 1 hingga 3 dari setiap 1.000 anak yang terkena campak meninggal akibat komplikasi pada sistem pernapasan atau saraf.

Bisa Muncul Bertahun-tahun Kemudian

Bahaya campak tidak selalu berhenti setelah penderita sembuh. Dalam kasus yang sangat jarang, infeksi campak dapat menyebabkan Subacute Sclerosing Panencephalitis (SSPE), yaitu penyakit fatal yang menyerang sistem saraf pusat.

SSPE biasanya muncul sekitar tujuh hingga 10 tahun setelah seseorang mengalami campak. Menariknya, komplikasi ini dapat berkembang meskipun penderita tampak telah pulih sepenuhnya dari infeksi sebelumnya.

Risiko SSPE diketahui lebih tinggi pada anak yang terinfeksi campak sebelum usia dua tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak campak dapat berlangsung jauh lebih lama dibandingkan yang banyak dipahami masyarakat.

Perlu Vaksinasi

Melihat berbagai komplikasi yang dapat ditimbulkan, pencegahan menjadi langkah yang sangat penting. CDC menegaskan vaksinasi merupakan cara paling efektif untuk melindungi diri dari campak dan komplikasinya.

Vaksin campak tidak hanya membantu mencegah infeksi, tetapi juga menurunkan risiko terjadinya komplikasi berat seperti pneumonia, ensefalitis, hingga SSPE yang dapat muncul bertahun-tahun kemudian. (Centers for Disease Control and Prevention (CDC)/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *