SPMB Jatim 2026 Tahap 1, 54.056 Calon Siswa Lolos Jalur Domisili
Sebanyak 54.056 calon siswa SMA/SMK diterima di SPMB Jatim 2026 tahap 1 jalur domisili.(MI/Faisol Taselan)

SEBANYAK 54.056 calon murid baru jenjang SMA/SMK dinyatakan diterima melalui jalur domisili pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur 2026 tahap 1. Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari total 213.066 pendaftar yang memperebutkan kursi di sekolah negeri di wilayah Jawa Timur.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim), dari total siswa yang lolos, sebanyak 40.786 calon murid diterima di SMA Negeri dan 13.270 calon murid diterima di SMK Negeri. Adapun total pendaftar pada tahap ini mencapai 111.144 orang untuk jenjang SMA dan 101.922 orang untuk SMK.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, mengungkapkan bahwa mayoritas siswa yang lolos berhasil masuk ke sekolah pilihan pertama mereka. Tercatat sebanyak 31.443 calon murid SMA dan 10.506 calon murid SMK diterima pada pilihan pertama yang diajukan.

“Selamat kepada calon murid SMA dan SMK yang diterima di tahap 1. Terus tingkatkan prestasi terbaik kalian,” ujar Aries di Surabaya, Senin (15/6).

Aries menjelaskan terdapat perubahan signifikan dalam sistem seleksi jalur domisili tahun ini. Seleksi tidak lagi hanya mengandalkan jarak tempat tinggal ke sekolah, melainkan mengutamakan nilai akhir yang merupakan gabungan nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Faktor jarak domisili, usia, serta waktu pendaftaran menjadi pertimbangan berikutnya dalam sistem pemeringkatan.

Bagi calon siswa yang belum berhasil lolos pada tahap pertama, Aries mengimbau agar tidak berkecil hati karena masih tersedia jalur seleksi berikutnya. Dindik Jatim dijadwalkan membuka pendaftaran tahap 2 pada 17-18 Juni 2026.

“Masih ada tahap 2 melalui jalur afirmasi, prestasi hasil lomba, dan mutasi. Selain itu, terdapat tahap 3 dan tahap 4 melalui jalur prestasi nilai akademik untuk SMA maupun SMK,” imbuhnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap melalui berbagai jalur yang disediakan, akses pendidikan menengah dapat terdistribusi secara adil dan tetap mengedepankan kualitas akademik serta prestasi siswa.

Informasi Jalur Tahap 2:

  • Jalur Afirmasi SMA: Keluarga tidak mampu (13%), anak buruh (5%), disabilitas (5%), dan nilai akademik keluarga tidak mampu (7%).
  • Jalur Afirmasi SMK: Keluarga tidak mampu (7%), anak buruh (5%), dan disabilitas (3%).
  • Jalur Mutasi: Anak guru/tenaga kependidikan (2%) dan tugas orang tua/wali (3%).
  • Jalur Prestasi Lomba: Non-akademik (3%) dan akademik (2%). (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *