
WAKIL Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mendorong Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) untuk mengambil peran lebih besar dalam menghidupkan kembali nilai-nilai warisan tokoh Melayu. Ia menekankan pentingnya adaptasi nilai-nilai luhur tersebut ke dalam platform digital agar lebih dekat dengan kehidupan generasi muda saat ini.
Pesan tersebut disampaikan Bima Arya saat menghadiri pelantikan pengurus ISMI Wilayah Jakarta Raya periode 2026–2031 di Arthotel Mangkuluhur Semanggi, Jakarta, Sabtu (13/6). Menurutnya, pemikiran besar tokoh Melayu tidak boleh hanya berhenti di buku atau publikasi konvensional.
“Nilai-nilai yang diwariskan para tokoh Melayu harus terus dihidupkan. Tidak hanya melalui penerbitan, tetapi juga diartikulasikan melalui talkshow, podcast, YouTube, hingga Instagram sehingga anak-anak dan cucu-cucu kita tetap mewarisi nilai-nilai luhur tersebut,” ujar Bima Arya.
Relevansi Gurindam Dua Belas di Era Digital
Dalam sambutannya, Bima secara khusus menyinggung sosok Raja Ali Haji, tokoh sentral dalam perkembangan bahasa Melayu yang menjadi fondasi bahasa Indonesia. Ia menilai karya monumental Gurindam Dua Belas masih sangat relevan sebagai panduan moral di tengah tantangan modernitas.
Bima memandang nilai-nilai tersebut menjadi benteng penting di era digital, di mana ruang media sosial sering kali diwarnai oleh prasangka, fitnah, dan perundungan. Ia berharap ISMI mampu mencetak generasi yang memiliki kekuatan lokal namun berdaya saing global untuk menjemput visi Indonesia Emas.
Detail Pelantikan Pengurus ISMI Jakarta Raya
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Organisasi | ISMI Wilayah Jakarta Raya |
| Periode Kepengurusan | 2026–2031 |
| Ketua Terpilih | Tengku Syahdana |
| Lokasi Acara | Arthotel Mangkuluhur Semanggi, Jakarta |
| Waktu Pelaksanaan | Sabtu, 13 Juni 2026 |
| Visi Utama | Marwah Melayu, Martabat Peradaban |
Komitmen Pengabdian Intelektual
Ketua ISMI Jakarta Raya, Tengku Syahdana, menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran intelektual Melayu dalam pembangunan bangsa. Ia menyatakan ISMI bukan sekadar organisasi kultural, melainkan ruang pengabdian yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan persatuan.
“Kami ingin menjadikan ISMI sebagai wadah strategis bagi para sarjana dan intelektual Melayu untuk bersinergi, berkolaborasi, dan menghadirkan gagasan-gagasan konstruktif bagi kemajuan bangsa,” kata Tengku Syahdana.
Kepengurusan periode 2026–2031 telah menyiapkan sejumlah program prioritas, antara lain:
- Pengembangan pendidikan dan kualitas SDM unggul.
- Pelestarian budaya Melayu sebagai kekayaan peradaban Indonesia.
- Pemberdayaan masyarakat dan penguatan jejaring profesional.
- Dukungan terhadap swasembada pangan, energi, dan ekonomi kerakyatan.
Acara pelantikan yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, akademisi, dan unsur pemerintah ini ditutup dengan prosesi pembacaan ikrar organisasi dan doa bersama, menandai dimulainya masa bakti lima tahun ke depan untuk memperkuat kontribusi masyarakat Melayu terhadap pembangunan nasional. (Z-1)
