Yogurt Beku vs Es Krim: Mana yang Lebih Sehat? Cek Fakta Nutrisinya
Ilustrasi(Magnific)

Yogurt beku atau frozen yogurt sering kali dipromosikan sebagai alternatif yang lebih sehat dibandingkan es krim. Dengan klaim rendah kalori dan bebas lemak, banyak orang beralih ke hidangan ini saat sedang menjalani program diet. Namun, apakah secara nutrisi yogurt beku benar-benar lebih unggul, ataukah ini hanya strategi pemasaran?

Perbedaan Kandungan Lemak

Perbedaan mendasar antara kedua hidangan penutup ini terletak pada kandungan lemaknya. Scott A. Rankin, profesor ilmu pangan di University of Wisconsin-Madison, menjelaskan bahwa standar es krim di Amerika Serikat wajib mengandung setidaknya 10 persen lemak dari bahan susu pasteurisasi.

Sebaliknya, yogurt beku umumnya hanya memiliki kandungan lemak sekitar 3-4 persen, bahkan bisa lebih rendah pada varian bebas lemak. Produk ini dibuat dari susu fermentasi yang mengandung mikroba hidup untuk mengubah gula menjadi asam laktat, memberikan rasa asam yang khas. Namun, Chris Loss dari Cornell University mengingatkan bahwa banyak produk yogurt beku saat ini telah melalui proses pengolahan tinggi dengan tambahan pemanis yang signifikan.

Risiko Gula Tambahan dan Jebakan Topping

Meskipun yogurt beku memiliki lemak jenuh yang lebih rendah, Michelle Routhenstein, seorang ahli diet di New York City, menyoroti adanya kandungan gula tambahan yang tinggi. Gula ini sering ditambahkan untuk menyeimbangkan rasa asam alami yogurt agar lebih diterima di lidah konsumen.

Konsumsi gula tambahan dalam jangka panjang, baik dari es krim maupun yogurt beku, dapat memicu risiko diabetes tipe 2 dan obesitas. Selain itu, keuntungan kalori rendah pada yogurt beku sering kali hilang akibat pemilihan topping yang tidak bijak. Penambahan taburan manis seperti cokelat atau permen dapat dengan cepat meningkatkan total kalori hingga setara atau bahkan melebihi es krim biasa.

Catatan Probiotik: Klaim manfaat bakteri baik (probiotik) pada yogurt beku belum terbukti sepenuhnya. Maria Marco dari University of California menjelaskan bahwa manfaat bakteri dari susu fermentasi belum tentu bertahan dalam kondisi beku, ditambah lagi minimnya regulasi ketat mengenai jumlah kultur bakteri hidup dalam produk tersebut.

Kesimpulan: Mana yang Harus Dipilih?

Para ahli sepakat bahwa baik yogurt beku maupun es krim berada pada posisi yang setara dalam konteks kesehatan umum. Tidak ada yang bisa dikategorikan sebagai “makanan kesehatan” murni. Jika Anda mencari manfaat nutrisi asli dari yogurt, para ahli menyarankan untuk mengonsumsi yogurt tawar (plain yogurt) biasa.

Faktor penentu kesehatan sebenarnya bukan pada jenis hidangannya, melainkan pada:

  • Kontrol Porsi: Mengonsumsi dalam jumlah yang wajar.
  • Pemilihan Topping: Memilih buah segar dibandingkan taburan manis.
  • Frekuensi: Menjadikannya sebagai camilan sesekali, bukan asupan harian.

Menikmati yogurt beku atau es krim untuk kesenangan emosional adalah hal yang wajar, selama dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan. Sumber: The New York Times







Aspek Es Krim Yogurt Beku
Kandungan Lemak Minimal 10% Rata-rata 3-4%
Kandungan Gula Tinggi Seringkali lebih tinggi (untuk imbangi rasa asam)
Probiotik Tidak ada Ada, namun jumlah bakteri hidup tidak pasti

FAQ Operasional

Apakah yogurt beku aman untuk diet?

Aman jika dikonsumsi tanpa topping berlebihan dan dalam porsi terkontrol. Namun, tetap perhatikan kandungan gula tambahannya.

Mana yang lebih baik untuk kesehatan jantung?

Yogurt beku memiliki lemak jenuh lebih rendah, yang lebih baik untuk jantung, namun kandungan gulanya tetap harus diwaspadai karena dapat memicu peradangan jika berlebihan.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *