Optimalisasi Aset dan Infrastruktur Perkuat Sistem Logistik Nasional
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (Krakatau Steel Group) melalui anak usahanya, PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), terus memperkuat perannya sebagai hub logistik strategis di Provinsi Banten.

Hal tersebut dilakukan lewat sinergi antar-BUMN bersama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (Pelindo) dan pengembangan layanan logistik bernilai tambah melalui kerja sama bisnis storage isotank dengan PT SGC Barito Logistics.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Krakatau Steel Group dalam mendukung efisiensi logistik nasional, implementasi program Zero Over Dimension Over Loading (ODOL), serta penguatan konektivitas kawasan industri yang menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Akbar Djohan menegaskan Krakatau Steel Group berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi penguatan sistem logistik nasional melalui optimalisasi aset dan infrastruktur yang dimiliki.

“BUMN harus mampu memberikan dampak sistemik. Krakatau Steel Group memiliki aset dan infrastruktur yang dapat dioptimalkan untuk mendukung kelancaran distribusi nasional sekaligus meningkatkan efisiensi logistik Indonesia,” ujar Akbar Djohan, Kamis (11/6/2026).

Sebagai implementasi komitmen tersebut, KBS bersama Pelindo telah mengoperasikan layanan kapal Ro-Ro yang menghubungkan Pelabuhan Cigading dan Pelabuhan Panjang dengan frekuensi dua kali perjalanan setiap hari dan kapasitas sekitar 200 kendaraan.

Layanan ini dihadirkan untuk membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di lintasan Merak–Bakauheni sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi barang antardaerah.

“Indonesia merupakan negara maritim. Langkah ini menjadi bukti bahwa pergeseran distribusi logistik, baik outbound maupun inbound dari kawasan industri di Banten, dapat dilakukan melalui jalur laut secara lebih efektif dan efisien,” tambah Akbar Djohan.

Dalam rangkaian kegiatan Forum Group Discussion Implementasi Konektivitas Logistik di Banten, KBS juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan PT SGC Barito Logistics terkait penyediaan jasa storage isotank di area operasional KBS.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendukung efisiensi rantai pasok sekaligus memperluas layanan logistik terintegrasi yang dikembangkan KBS.

Pengembangan bisnis storage isotank juga merupakan bagian dari upaya optimalisasi aset dan kapabilitas kepelabuhanan perusahaan untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang di wilayah Banten dan sekitarnya.

Akbar Djohan menegaskan penguatan peran KBS sebagai hub logistik industri di Banten sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada penguatan kemandirian ekonomi lewat hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur strategis, serta peningkatan konektivitas nasional.

“Melalui sinergi dengan Pelindo dan pengembangan layanan logistik baru, kami terus mendorong terciptanya ekosistem logistik yang lebih efisien, terintegrasi, dan berdaya saing guna mendukung pertumbuhan industri nasional berkelanjutan,” tutup Akbar Djohan. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *