KLH Anugerahkan Kalpataru 2026 kepada 16 Pejuang Lingkungan
Ilustrasi(ANTARA)

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup menganugerahkan Penghargaan Kalpataru 2026 kepada 16 individu dan kelompok yang dinilai berjasa menjaga, merawat, dan memulihkan lingkungan hidup Indonesia. Penganugerahan berlangsung bersamaan dengan pembukaan pameran teknologi lingkungan INVIROTECH 2026 di Jakarta.

Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat mengatakan para penerima Kalpataru adalah teladan nyata yang melampaui tugas biasa dalam menjaga kelestarian alam.

“Kalpataru adalah orang-orang yang berjasa untuk lingkungan. Kalpataru berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti pohon harapan dan pohon kehidupan. Karena itu, kita terus berutang semangat kepada mereka yang telah mengabdikan diri untuk menjaga lingkungan hidup,” ujar Jumhur.

Ia menekankan tantangan terbesar saat ini adalah mengubah kekaguman publik terhadap para pejuang lingkungan menjadi gerakan massal yang diadopsi seluruh lapisan masyarakat.

Tahun ini, KLH mentransformasi sistem penghargaan melalui Peraturan Menteri LH Nomor 15 Tahun 2025 yang memperkenalkan tiga kategori baru yakni Kalpataru Adya, Kalpataru Lestari, dan Kalpataru Yuvan. Kebijakan ini dirancang untuk memperluas partisipasi masyarakat dan memperkuat keberlanjutan gerakan lingkungan lintas generasi.

Salah satu penerima yang menyita perhatian adalah John Wompere, perwakilan Kelompok Tani Hutan Sadar Sendiri dari Papua yang meraih Kalpataru Lestari. Kelompok ini konsisten menjaga hutan adat melalui pengembangan gaharu mulai dari pembibitan, budidaya, penanaman, hingga inovasi produk turunannya.

“Kami berfokus pada pengembangan gaharu, mulai dari pembibitan, budidaya, penanaman, hingga inovasi produk turunannya yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Upaya ini kami jalankan secara konsisten sebagai bagian dari pelestarian lingkungan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar John.

Penghargaan ini bukan yang pertama bagi kelompok tersebut. Dibutuhkan hampir satu dekade perjalanan panjang untuk meraihnya.

“Untuk mendapatkan penghargaan ini membutuhkan proses yang panjang, hampir 10 tahun. Kalpataru Lestari yang kami terima tahun ini menjadi penghargaan Kalpataru kedua yang berhasil diraih oleh kelompok kami. Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus menjaga hutan dan mengembangkan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan,” kata John.

Selama lebih dari empat dekade, Penghargaan Kalpataru telah menjadi simbol penghormatan tertinggi bagi mereka yang berdiri di garis depan pelestarian bumi Indonesia. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *