
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump akan merayakan hari ulang tahunnya yang ke-80 pada Minggu, 14 Juni 2026. Menjelang momen spesial tersebut, Trump mengungkapkan keinginan terbesarnya saat ini di tengah situasi geopolitik yang memanas.
Saat menjawab pertanyaan wartawan di Ruang Oval pada Rabu (10/6) waktu setempat, sesaat setelah menandatangani Secure America Act, Trump ditanya mengenai kado atau harapan ulang tahunnya selain perdamaian di Timur Tengah. Setelah terdiam sejenak, ia menjawab, “Perdamaian bagi dunia!”
Harapan ini senada dengan resolusi Tahun Baru 2026 yang pernah ia sampaikan. Namun, pernyataan tersebut muncul di tengah serangkaian aksi militer agresif AS di bawah pemerintahannya sepanjang tahun ini.
Kontradiksi Harapan dan Realitas Militer
Meskipun menyuarakan perdamaian dunia, tahun 2026 menjadi periode yang penuh gejolak bagi militer AS. Pada Januari lalu, pasukan AS berhasil menangkap pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro, beserta istrinya dalam serangan mendadak.
Ketegangan paling akut terjadi dengan Iran. AS dan Israel baru-baru ini melakukan pengeboman terhadap Iran sebagai balasan atas jatuhnya helikopter Apache Amerika di dekat Selat Hormuz. Dalam pernyataannya di Ruang Oval, Trump menegaskan akan terus, “Menyerang mereka dengan sangat keras,” dan tetap pada pendiriannya bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Catatan Redaksi: Trump sebelumnya mengeklaim kesepakatan damai dengan Iran sudah sebagian besar dinegosiasikan, tetapi eskalasi militer justru meningkat seiring macetnya proses diplomasi.
Perayaan Unik: UFC di Halaman Gedung Putih
Ulang tahun ke-80 Trump tahun ini akan dirayakan dengan cara yang tidak biasa. Ajang pertarungan Ultimate Fighting Championship (UFC) dijadwalkan berlangsung di South Lawn, Gedung Putih, tepat pada hari ulang tahunnya.
Arena khusus yang tingginya melebihi atap Gedung Putih dibangun selama beberapa minggu terakhir. Trump menyatakan bahwa acara ini akan menampung sekitar 5.000 penonton dan menyebutnya sebagai, “Acara terbesar yang pernah kita adakan di Gedung Putih.”
Perayaan ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-250 Amerika Serikat. Tahun lalu, pada hari ulang tahunnya yang bertepatan dengan Hari Bendera (Flag Day), Trump menghadiri parade militer untuk peringatan ke-250 Angkatan Darat AS, momentum yang diklaim pemerintahannya sebagai kebetulan belaka. (USA Today/I-2)
Di tengah persiapan laga UFC dan perayaan besar tersebut, dunia tetap menyoroti apakah harapan “perdamaian dunia” sang presiden akan terwujud melalui jalur diplomasi atau justru melalui tekanan militer yang lebih intens.
