
KABUPATEN Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur menjadi salah satu daerah dari 25 Kabupaten/Kota yang masuk dalam daftar lokasi prioritas penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi Penetapan Lokasi Penyelenggaraan STN Tahun 2026, Kamis (11/6).
Rapat yang digelar Kemendikdasmen di Atria Hotel Gading Serpong, Kota Tangerang, Banten itu, dihadiri Bupati PPU, Mudyat Noor digelar selama tiga hari sejak 10–12 Juni 2026 dibuka oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PAUD, Dikdas, dan PNFI), Gogot Suharwoto.
Disela-sela kegiatan Mudyat Noor menegaskan, kehadirannya dalam forum nasional tersebut, menunjukkan bahwa komitmen Pemerintah Kabupaten PPU untuk dalam mendukung upaya pemerintah pusat, guna melahirkan generasi unggul melalui penguatan mutu pendidikan yang merata, inklusif, dan berdaya saing.
Komitmen itu membuahkan hasil positif, dimana Kabupaten PPU ditetapkan sebagai salah satu calon lokasi prioritas pelaksanaan Program SNT Tahun 2026 ini. Penetapan tersebut setelah kementerian melaksanakan asesmen dan verifikasi lapangan terhadap usulan lokasi yang diajukan pemerintah daerah, termasuk PPU. “Kami menyatakan kesiapan penuh daerahnya untuk menyukseskan Program SNT dari Kemendikdasmen itu,” tegas Mudyat.
LAYANAN PENDIDIKAN TERINTEGRASI
Menurutnya, program tersebut akan menghadirkan layanan pendidikan terintegrasi yang inklusif, gratis, dan dapat diakses oleh siswa-siswi berprestasi dari seluruh kecamatan tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun sosial.
“Kami menyambut baik program SNT ini. Kabupaten PPU siap menjadi salah satu daerah percontohan. Sasaran utama kami adalah memastikan anak-anak berprestasi di setiap kecamatan, tanpa memandang latar belakang ekonomi dan sosial, mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar secara gratis,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran Program SNT tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, tetapi juga menjadi investasi strategis bagi masa depan daerah. Dan program ini, diharapkan mampu memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas, mengurangi kesenjangan pendidikan antarwilayah, serta melahirkan generasi muda PPU yang unggul dan kompetitif.
Pada kesempatan itu, Direktur Jenderal PAUD, Dikdas, dan PNFI, Gogot Suharwoto, menjelaskan, SNT bukan sekadar program pembangunan infrastruktur pendidikan, melainkan wujud komitmen bersama yang melibatkan berbagai pihak dan berkelanjutan lintas generasi.
SNT bukan sekadar program pembangunan infrastruktur fisik, melainkan komitmen bersama lintas waktu dan lintas sektor. Pemerintah daerah berperan sebagai penggerak dan mitra strategis yang menjembatani kolaborasi serta membangun sinergi dalam menjawab tantangan pendidikan di wilayahnya.
“Kami mengajak seluruh pihak, untuk menjaga komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan berkualitas, berstandar tinggi, dan terintegrasi bagi anak-anak Indonesia hingga ke pelosok negeri,” pungkasnya. (E-2)
