Kenalkan Telur Saat Bayi Berusia 6 Bulan Terbukti Turunkan Risiko Alergi pada Anak
Studi terbaru di jurnal JAMA Pediatrics mengungkap mengenalkan telur pada bayi sejak usia 6 bulan terbukti efektif menurunkan risiko alergi telur hingga 17%.(Magnific)

DULU, para orangtua sering disarankan untuk menjauhkan makanan pemicu alergi seperti telur dari bayi mereka, terutama jika ada riwayat alergi dalam keluarga. Namun, sebuah perubahan besar dalam panduan medis justru menunjukkan hasil yang sebaliknya.

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Pediatrics mengungkapkan memberikan telur kepada bayi sebelum mereka berusia enam bulan berhasil menurunkan angka kejadian alergi telur pada anak hingga lebih dari 17 persen. Penelitian yang berbasis di Australia ini memperkuat bukti bahwa panduan pemberian makan terbaru tidak hanya aman, tetapi juga berdampak nyata bagi kesehatan anak.

Pemberian telur lebih awal ini memberikan titik terang bagi orang tua yang kerap ragu menentukan waktu terbaik dalam mengenalkan makanan padat (MPASI) yang berpotensi memicu alergi.

Angka Alergi Turun Drastis

Penelitian ini menganalisis data lebih dari 7.000 bayi berusia 11 hingga 15 months di Melbourne, Australia. Para peneliti membandingkan dua kelompok pola asuh, kelompok sebelum adanya perubahan panduan medis (2007–2011) dan kelompok setelah panduan diperbarui (2018–2019).

Hasilnya mengejutkan. Jumlah orangtua yang mengenalkan telur kepada bayinya sebelum usia enam bulan melonjak dua kali lipat, dari yang awalnya hanya 25% menjadi 57%. Seiring dengan peningkatan tersebut, angka prevalensi alergi telur pada anak turun dari 9,2% menjadi 7,6%, setara dengan penurunan relatif sebesar 17,7%.

Manfaat ini bahkan terlihat lebih signifikan pada bayi yang memiliki eksim (kondisi kulit sensitif yang sering dikaitkan dengan risiko tinggi alergi makanan). Pada bayi dengan riwayat eksim, angka alergi telur merosot tajam dari 34,6% menjadi 21,9%.

Di Amerika Serikat sendiri, alergi telur merupakan salah satu jenis alergi makanan yang paling sering menyerang anak-anak, dengan estimasi berdampak pada 1,3% balita di bawah usia 5 tahun. Meski sebagian besar anak akan sembuh dari alergi ini saat beranjak remaja, pencegahan sejak dini dinilai jauh lebih baik.

Pentingnya Konsistensi Panduan Medis

Menanggapi temuan ini, Dr. Elizabeth Lippner, seorang dokter spesialis di Divisi Alergi dan Imunologi dari Lurie Children’s Hospital, Chicago, yang tidak terlibat dalam penelitian, menyatakan bahwa perubahan perilaku orang tua membuktikan efektivitas dari edukasi kesehatan yang tepat.

“Temuan bahwa semakin banyak orang mengenalkan telur pada bayi mereka sebelum usia enam bulan setelah adanya perubahan panduan menunjukkan bagaimana sebuah regulasi medis baru benar-benar dapat memberikan dampak nyata di masyarakat,” ujar Dr. Elizabeth Lippner.

Kendati demikian, para peneliti mencatat adanya ketimpangan adopsi panduan ini di beberapa negara. Di Amerika Serikat misalnya, tingkat pengenalan telur secara dini masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan Australia. Data tahun 2021 menunjukkan baru sekitar 15,5% bayi di AS yang mengonsumsi telur sebelum usia 7 bulan.

Melalui studi ini, para ahli berharap para orang tua tidak perlu lagi takut untuk memberikan telur matang yang dihaluskan sebagai menu MPASI awal bagi buah hati mereka, demi membangun sistem imun yang lebih kuat terhadap alergi. (CNN/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *