Limbah Sawit Berpotensi Jadi Sumber Energi Bersih Pengganti Gas Fosil
ilustrasi(Antara)

Limbah kelapa sawit yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal berpotensi menjadi sumber energi bersih yang mendukung transisi energi nasional. Melalui pengolahan menjadi bio-compressed natural gas (bio-CNG), limbah sawit tidak hanya dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi sektor perkebunan dan industri energi.

Pemanfaatan bio-CNG dinilai semakin penting di tengah upaya pemerintah mempercepat pengembangan energi baru terbarukan dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Selain menghasilkan energi rendah karbon, teknologi ini juga mampu mengubah limbah menjadi komoditas bernilai tambah yang mendukung ketahanan energi nasional.

Dalam konteks tersebut, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengembangkan bio-CNG berbasis limbah kelapa sawit sebagai bagian dari strategi diversifikasi energi hijau dan dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan pengembangan bio-CNG menjadi salah satu langkah konkret perusahaan untuk mengoptimalkan potensi limbah biomassa nasional sekaligus memperkuat bauran energi bersih di Indonesia.

“PLN EPI terus mendorong pemanfaatan limbah sawit menjadi sumber energi yang bernilai tambah,” ujar Hokkop dalam kegiatan diseminasi pengembangan biometana di Medan, Sumatera Utara.

Forum yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku industri, lembaga keuangan, dan pemilik bahan baku untuk memperkuat ekosistem biometana nasional.

Menurut Hokkop, limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) dapat diolah menjadi biometana yang kemudian dimurnikan menjadi bio-CNG. Produk tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk mendukung kebutuhan pembangkit listrik.

Ia menilai Sumatera Utara memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat pengembangan bio-CNG nasional mengingat wilayah tersebut merupakan sentra industri kelapa sawit.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 327 perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di Sumatera Utara dengan sekitar 237 pabrik kelapa sawit yang berpotensi menjadi pemasok bahan baku biometana.

Saat ini PLN EPI telah menjalin kerja sama dengan PT KIS Biofuels Indonesia yang mengembangkan teknologi pengolahan limbah cair sawit menjadi bio-CNG. Produk energi bersih tersebut direncanakan untuk mendukung kebutuhan bahan bakar di PLTGU Belawan, Sumatera Utara, yang memiliki kapasitas terpasang 1.184 megawatt (MW) dan berkontribusi sekitar 30 persen terhadap sistem kelistrikan Sumatera bagian utara.

“Kami melihat peluang besar untuk memperluas pemanfaatan bio-CNG. Karena itu, PLN EPI terus membuka peluang kolaborasi dengan pabrik kelapa sawit agar potensi limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diubah menjadi energi bersih yang bernilai ekonomi,” kata Hokkop.

Selain mengurangi penggunaan energi fosil, pengembangan bio-CNG juga dinilai mampu membuka sumber pendapatan baru bagi industri sawit. Limbah yang sebelumnya belum memiliki nilai ekonomi dapat diolah menjadi produk energi yang memiliki permintaan pasar yang terus meningkat.

Dari sisi lingkungan, pemanfaatan biometana juga membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. Gas metana yang berasal dari limbah sawit dapat ditangkap dan dimanfaatkan sebagai sumber energi sehingga tidak terlepas langsung ke atmosfer.

Hokkop menegaskan pengembangan bio-CNG sejalan dengan target transisi energi nasional dan upaya mencapai net zero emission melalui peningkatan pemanfaatan energi terbarukan berbasis sumber daya domestik.

“Melalui pengembangan bio-CNG, PLN EPI tidak hanya mengubah limbah menjadi energi, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi hijau yang menghubungkan sektor perkebunan, industri, dan ketenagalistrikan. Langkah ini menjadi bukti bahwa transisi energi dapat berjalan beriringan dengan penciptaan nilai ekonomi, pengurangan emisi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. (Ant/E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *