
Kepolisian Resor (Polres) Nabire tengah mendalami dugaan praktik penimbunan BBM menyusul insiden meledaknya satu unit mobil Toyota Avanza bernomor polisi PA 1884 KE. Peristiwa tersebut terjadi saat kendaraan sedang melakukan pengisian BBM di SPBU Oyehe, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Senin sore.
Kasat Reskrim Polres Nabire, Iptu Bogi Transtanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan pengemudi kendaraan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
“Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi guna mendukung proses penyelidikan,” ujar Iptu Bogi di Nabire, Selasa (9/6).
Temuan 17 Jerigen dan Instalasi Pipa
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, petugas menemukan fakta mengejutkan di dalam bangkai kendaraan yang terbakar tersebut. Ditemukan sebanyak 17 jerigen BBM, di mana delapan di antaranya telah terisi BBM subsidi jenis Pertalite.
Selain jerigen, polisi juga menemukan alat serta sambungan pipa yang terhubung langsung dengan corong pengisian BBM kendaraan. Pipa tersebut dirancang mengarah ke jerigen-jerigen yang berada di dalam kabin mobil. Temuan ini memperkuat dugaan adanya praktik penimbunan BBM dengan modus modifikasi tangki atau saluran pengisian.
- Unit Kendaraan: Toyota Avanza PA 1884 KE.
- Lokasi: SPBU Oyehe, Kabupaten Nabire.
- Barang Bukti: 17 jerigen (8 terisi Pertalite) dan instalasi pipa ilegal.
- Status SPBU: Operasional dihentikan sementara untuk investigasi.
Pertamina Dukung Penyelidikan
Sales Manager I Pertamina Papua Tengah, Muhammad Rinaldi Suryanto, membenarkan insiden ledakan tersebut. Ia menyatakan bahwa Pertamina bersama Polres Nabire dan Polda Papua Tengah sedang melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti ledakan.
“Kami masih mendalami apakah jerigen yang ditemukan di dalam kendaraan terhubung langsung ke tangki atau berisi produk lain. Rekaman CCTV juga sudah kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk membantu proses penyelidikan,” kata Rinaldi.
Rinaldi menegaskan bahwa operator SPBU sebenarnya telah menjalankan prosedur pengisian langsung ke tangki kendaraan. Namun, adanya modifikasi internal pada kendaraan sering kali sulit dideteksi secara kasat mata saat proses pengisian berlangsung.
Imbauan Kamtibmas
Akibat insiden ini, operasional SPBU Oyehe dihentikan sementara waktu demi kepentingan penyelidikan dan keamanan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi lebih jauh hingga hasil resmi penyidikan keluar.
“Seluruh fakta terkait penyebab ledakan masih dalam tahap pendalaman sehingga kita imbau seluruh masyarakat dapat menunggu hasil resmi penyelidikan aparat,” tutup Iptu Bogi. (Ant/E-3)
