Serangan Udara Israel di Libanon Selatan Tewaskan 14 Orang
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah serangan udara Israel di Libanon selatan menewaskan 14 orang. Iran layangkan ancaman keras, Israel bergeming.(AFP)

RENTETAN serangan udara Israel di wilayah Libanon selatan pada Senin waktu setempat menewaskan sedikitnya 14 orang. Korban jiwa tersebut termasuk para petugas medis dan anak-anak, di tengah eskalasi konflik yang kian memanas setelah Iran mengancam akan menyerang balik Israel jika pengeboman terus berlanjut.

Kementerian Kesehatan Libanon melaporkan salah satu serangan udara Israel menghantam kota Tyre di dekat pusat Palang Merah.

“Serangan musuh Israel di kota Tyre, dekat pusat Palang Merah, mengakibatkan 5 orang gugur dan 8 terluka, empat di antaranya adalah paramedis Palang Merah,” demikian pernyataan resmi Kementerian Kesehatan Libanon.

Kantor Berita Resmi Libanon, National News Agency (NNA), menambahkan rudal dari jet tempur Israel menyasar sebuah mobil di dekat gedung tersebut. Selain di Tyre, serangan fajar di wilayah Zifta, distrik Nabatieh, menewaskan tujuh orang, termasuk seorang perempuan dan anak-anak asal Suriah. Sementara itu, serangan di Marwanieh menewaskan dua orang lainnya, termasuk seorang anak kecil, dan melukai 10 orang.

Pihak berwenang juga melaporkan pengeboman Israel sehari sebelumnya telah merusak situs Warisan Dunia UNESCO di Tyre, menyisakan puing-puing dan debu di lokasi bersejarah tersebut.

Saling Lempar Ancaman Antara Iran dan Israel

Serangan mematikan di Tyre terjadi tepat ketika Israel dan Iran sempat menyatakan berakhirnya putaran aksi saling balas. Namun, situasi kembali menegang setelah Komando Pusat Militer Iran mengeluarkan peringatan keras terkait kelanjutan operasi militer Israel di Lebanon.

“Jika tindakan agresi dan permusuhan terus berlanjut, termasuk di Lebanon selatan, tindakan yang jauh lebih berat dan menghancurkan daripada sebelumnya akan menyusul,” tegas Komando Pusat Militer Iran.

Merespons ancaman tersebut, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan militer negaranya tidak akan gentar dan tetap melanjutkan operasi untuk menumpas kelompok Hizbullah. Ia juga bersumpah akan menyerang pinggiran selatan Beirut untuk membalas setiap serangan yang diarahkan ke Israel utara.

“Kami dengan tegas menolak ancaman Iran. Setiap upaya Iran untuk menghubungkan Libanon dan Iran serta menyerang Israel akan dihadapi dengan kekuatan besar, seperti yang terjadi kemarin,” ujar Katz.

Di medan tempur, Hizbullah menyatakan telah menargetkan pasukan darat Israel yang beroperasi di dalam wilayah Lebanon selatan. Berdasarkan data pemerintah Libanon, serangan-serangan Israel telah menewaskan lebih dari 3.600 orang sejak konflik meluas di kawasan tersebut. (AFP/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *