28 SPPG Tutup Sementara, 60 Ribu Siswa Sekolah di Wonogiri  Tidak Terima Paket MBG
Salah satu SPPG yang harus memperbaiki Bio IPAL(MI/Widjajadi)

SEDIKITNYA 60 ribu siswa penerima manfaat di puluhan desa dI kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah , dalam beberapa.hari terakhir ini tidak menerima paket makan bergizi gratis (MBG), karena ada 28 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG) tidak beroperasional alias tutup karena berbagai permasalahan yang muncul.

Sejumlah persoalan atau faktor yang menjadi penyebab tidak beroperasionalnya puluhan dapur MBG yang tersebar di sejumlah desa dan kecamatan itu, disebabkan oleh terhentinya  pencairan dana operasional, disuspen untuk perbaikan instalasi pengolahan air limbah ( IPAL), dan juga karena kasus keracunan.

Pantauan Media Indonesia di lapangan, ada 11 SPPG yang berhenti sementara karena disuspen dan  harusmelakukan perbaikan IPAL. Mereka ini tersebar di Kecamatan Purwantoro, Wonogiri Kota, Jatisrono, Tirtomoyo, Wuryantoro, Girimarto, Baturetno, dan Manyaran.

Kemudian ada 16 SPPG tersebar di Kecamatan Wonogiri Kota, Sidoharjo, Purwantoro, Giritontro, Jatisrono, Sidoharjo, Batuwarno, Slogohimo, Nguntoronadi, Puhpelem, Kismantoro, Baturetno, dan Jatiroto terpaksa tutup karena menunggu pencairan dana operasional.

Dan satu SPPG di Kecamatan Jatiroto dihentikan operasionalnya karena kasus keracunan makanan. SPPG Jatiroto 1 yang harus dituntaskan. Dengan permasalahan yang ada total ada 28 SPPG di Wonogiri sementara tutup.

Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno mengajui adanya puluhan SPPG yang berhenti operasional sementara, karena berbagai persoalan yang harus dirampungi.

” Yang tutup sementara itu karena ada yang disuspen karena bio IPAL. Lalu ada yang belum masuk bantuan keuangannya ke VA (virtual account) dapur. Satu berhenti sementara karena ada KLB (kejadian luar biasa) keracunan,” tukas Imron, Senin petang (8/6).

Dia paparkwn,  mitra tidak bisa menggunakan uang yang bukan bantuan keuangan untuk menyediakan menu MBG. Karena itu dapur yang belum mendapatkan transfer dari pusat tak bisa menyalurkan MBG. ” Tidak ada istilah nomboki dulu. Jadi ya berhenti sementara,” imbuh Imron.

Yang jelas, lanjut Wabub yang merupakan kader Gerindra ini, berdasarkan informasi, proses pemasangan bio IPAL di dapur yang disuspen kini terus berprorgrea pembenahannya.  ” Nanti akan ada rekomendasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang membuat dapur itu bisa kembali menyalurkan MBG ketika permasalahan bio IPAL telah kelar,” sumbung dia.

Terpisah Korwil BGN Wonogiri Pandri Prabowo menyebutkan,  terkait dengan pencairan dana dari pusat, kini sudah dalam proses transfer. Sementara untuk dapur yang setop operasional karena KLB saat ini menunggu rekomendasi BGN dan khusus pembenahan IPAL juga dalam proses peninjauan. ” Semua kalo sudah sesuai protap, pasti ada rekomendasi dari BGN,” pungkas dia. (E-2)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *