Piala Dunia 2026: Kota Tuan Rumah Hadapi Cuaca Panas dan Ancaman Wabah
Venue PIala Dunia 2026.(Dok. FIFA/Antara)

KOTA-kota tuan rumah Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat memperkuat pengawasan kesehatan untuk mengantisipasi cuaca panas, penyakit menular, dan lonjakan aktivitas publik selama turnamen berlangsung.

Piala Dunia 2026 yang dimulai pada 11 Juni menjadi ujian besar bagi otoritas kesehatan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Jutaan suporter diperkirakan memadati stadion dan kawasan fan festival selama 104 pertandingan yang berlangsung di 16 kota hingga pertengahan Juli.

Berbagai departemen kesehatan setempat telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi risiko yang biasa muncul dalam acara berskala besar, mulai dari cuaca ekstrem, keamanan pangan, hingga penyebaran penyakit menular.

“Kami berfokus untuk mengantisipasi hal-hal yang memang sudah bisa diperkirakan,” kata Direktur Kesehatan Distrik Fulton, Georgia, Marcus Plescia seperti dikutip dari NPR.

Direktur Dallas County Health and Human Services Philip Huang menyebut persiapan yang dilakukan jauh hari menjadi keuntungan tersendiri bagi pihaknya.

“Bisa memulai persiapan setahun sebelumnya merupakan kemewahan bagi kami dibandingkan banyak situasi lain yang biasa kami hadapi,” ujarnya.

Atlanta menjadi salah satu kota yang memberi perhatian khusus terhadap cuaca panas. Kota itu akan menjadi tuan rumah delapan pertandingan sekaligus markas tim Uzbekistan selama turnamen.

“Kami menyebut Atlanta sebagai ‘Hotlanta’ karena suatu alasan. Cuacanya akan panas dan lembap di sini sehingga cedera terkait panas akan menjadi persoalan,” kata Plescia.

Untuk mengurangi risiko tersebut, kawasan fan festival di Centennial Olympic Park akan dilengkapi stasiun pendingin udara dan fasilitas hidrasi bagi pengunjung.

Selain cuaca, pengawasan makanan menjadi pekerjaan besar bagi petugas kesehatan. Seluruh penjual makanan yang beroperasi selama turnamen akan diperiksa setiap hari.

“Beban terbesar bagi kami dan semua departemen kesehatan adalah petugas kesehatan lingkungan harus memeriksa seluruh penjual makanan dan jumlahnya akan sangat banyak,” ujar Plescia.

“Kami ingin memastikan masyarakat merasa yakin bahwa mereka bisa pergi makan dan bersenang-senang tanpa harus khawatir mengalami keracunan makanan,” imbuhnya.

Plescia juga mengaku khawatir terhadap penyebaran penyakit di tengah kerumunan besar yang diperkirakan hadir selama turnamen.

“Kami khawatir terhadap infeksi menular seksual karena akan ada banyak orang di sini dan suasananya akan sangat meriah,” katanya.

“Dan kami juga mengkhawatirkan hal-hal yang mungkin sebelumnya tidak terlalu kami pikirkan, terutama campak,” imbuhnya.

Di Dallas, yang menjadi tuan rumah sembilan pertandingan, pengawasan penyakit diperkuat melalui pemantauan limbah, pengujian genomik, serta pengawasan nyamuk pembawa penyakit.

“Kami selalu menguji virus West Nile,” kata Huang.

“Namun kami juga meningkatkan pengujian untuk demam berdarah dengue, chikungunya, dan Zika karena banyaknya perjalanan internasional yang masuk,” sambungnya.

Petugas kesehatan di Dallas juga diminta mewaspadai gejala Ebola dan hantavirus. Sementara itu, kampanye kesehatan publik diperluas dalam berbagai bahasa untuk menjangkau para pengunjung dari berbagai negara.

“Pesannya tetap sama seperti yang selalu kami sampaikan, tetapi kali ini lebih terkonsentrasi karena begitu banyak orang datang pada periode cuaca panas di Dallas,” ujar Huang.

New York dan New Jersey yang akan menjadi tuan rumah partai final pada 19 Juli juga telah menggelar berbagai simulasi untuk menghadapi kemungkinan wabah maupun insiden dengan korban massal.

“Kami merencanakan skenario terburuk dan menjalankannya sebelum hal itu benar-benar terjadi,” kata Komisaris Kesehatan New York City Alister Martin.

Di Los Angeles, pengawasan difokuskan pada potensi paparan bahan kimia dan ancaman biologis di sekitar lokasi pertandingan.

Direktur Kesehatan Los Angeles County Barbara Ferrer mengatakan sebagian besar stafnya tidak mengambil cuti selama turnamen berlangsung.

“Sebagian besar staf kami tidak mengambil cuti selama bulan Piala Dunia karena mereka harus bekerja dan tentu akan ada biaya lembur yang meningkat,” ujarnya.

Meski menghadapi keterbatasan sumber daya, Ferrer menegaskan pihaknya siap menjalankan tugas selama turnamen.

“Saya tahu akan lebih mudah jika kami tidak berada dalam situasi keterbatasan sumber daya. Namun saya ingin memberikan keyakinan bahwa bahkan dalam kondisi seperti ini kami tetap siap dengan baik,” tegasnya.

“Pekerjaan ini bukan hal baru bagi kami,” tambahnya.

Menurut Ferrer, pengalaman menangani Piala Dunia akan menjadi bekal penting menjelang penyelenggaraan Super Bowl 2027 dan Olimpiade Los Angeles 2028.

Di tingkat federal, peran pemerintah pusat dalam persiapan Piala Dunia juga mendapat perhatian. Mantan Kepala Medis CDC Debra Houry menilai keterlibatan pemerintah federal tidak seterlihat pada penyelenggaraan ajang internasional sebelumnya.

“Biasanya CDC menjadi pemimpin yang terlihat ketika kami memiliki acara internasional di Amerika Serikat, terutama yang berlangsung di banyak negara bagian, bukan hanya satu negara bagian,” kata Houry.

Namun Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) menegaskan koordinasi tetap berjalan.

“HHS dan Pusat Pengendalian serta Pencegahan Penyakit (CDC) secara aktif berkoordinasi dengan mitra negara bagian, lokal, dan global untuk memastikan kesehatan dan keselamatan publik selama Piala Dunia FIFA 2026 serta meningkatkan langkah-langkah yang diperlukan,” kata juru bicara HHS Emily Hilliard.

CEO National Association of County and City Health Officials Lori Freeman mengatakan pemerintah federal memiliki peran penting dalam koordinasi lintas negara bagian selama turnamen.

“Dalam menggabungkan kesehatan publik, respons darurat, dan kesiapsiagaan, itulah area yang selalu kami khawatirkan karena pemerintah federal adalah pihak yang harus mengelola koordinasi lintas yurisdiksi antarnegara bagian,” ujarnya.

Sebagai tambahan, Georgetown University membentuk Health Security Operations Center untuk memantau penyebaran penyakit menular dan mengirim laporan harian kepada wilayah yang diperkirakan menerima lonjakan wisatawan selama Piala Dunia.

(H-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *