Prakiraan Cuaca 8 Juni 2026: Daftar Kota Hujan Lebat dan Penjelasan Fenomena Bediding
Sejumlah penumpang terpaksa menunggu di Stasiun Pekalongan imbas dari sejumlah rel kereta terendam banjir di sekitar Stasiun Pekalongan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (17/1/2026)(ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/foc.)

BADAN  Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca hari ini 8 Juni 2026. Mayoritas kota besar di Indonesia diprediksi akan mengalami kondisi berawan hingga hujan dengan intensitas ringan. Namun, masyarakat di beberapa wilayah diminta waspada terhadap potensi hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang.

Prakirawan BMKG, Henokhvita, menjelaskan bahwa terdapat daerah konvergensi yang memanjang dari perairan utara Maluku Utara hingga Papua Barat, serta dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Timur. Kondisi ini memicu pertumbuhan awan hujan yang signifikan di jalur-jalur tersebut.

Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat & Petir:

Daftar Kota dengan Hujan Ringan hingga Sedang

Sejumlah kota besar lainnya diprakirakan akan diguyur hujan dengan intensitas lebih rendah, di antaranya:

  • Sumatra: Banda Aceh, Medan.
  • Kalimantan: Palangkaraya, Pontianak, Tanjung Selor, Samarinda.
  • Sulawesi: Mamuju, Kendari, Palu, Manado.
  • Maluku & Papua: Ambon, Sorong, Nabire, dan Merauke.

Sementara itu, wilayah seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, hingga Denpasar dan Makassar diprakirakan hanya akan mengalami kondisi berawan sepanjang hari ini.

Mengenal Fenomena Bediding: Mengapa Suhu Terasa Lebih Dingin?

Selain prakiraan cuaca harian, BMKG juga memberikan penjelasan terkait fenomena “Bediding” atau penurunan suhu udara yang mencolok pada malam hingga pagi hari yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menegaskan bahwa bediding bukanlah fenomena cuaca ekstrem. “Bediding adalah kondisi musiman ketika udara terasa lebih dingin akibat berkurangnya tutupan awan,” jelas Ida.

Menurutnya, saat langit cerah tanpa awan di malam hari, radiasi balik dari bumi langsung dilepaskan ke atmosfer tanpa ada penghalang. Hal ini diperkuat dengan masuknya aliran massa udara kering dari Australia (Monsun Australia). Karakteristik suhu dingin ini biasanya mulai terasa pada Juni dan mencapai puncaknya pada Juli hingga Agustus.

Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kesehatan tubuh di tengah perubahan suhu yang cukup kontras antara siang yang terik dan malam yang dingin, serta tetap memantau informasi cuaca resmi dari kanal BMKG.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *