
SENSASI remaja Formula 1, Kimi Antonelli, terus mengukir sejarah dalam perjalanannya menuju kejayaan. Pada balapan yang berlangsung Minggu (7/6/2026), pembalap Mercedes berusia 19 tahun tersebut resmi menjadi pemenang termuda dalam sejarah GP Monako, sekaligus menjadi pembalap Italia pertama yang memenangi lima balapan berturut-turut sejak 1952.
Dalam balapan yang diwarnai banyak penghentian (stoppage) dan drama bendera merah, Antonelli tampil sangat tenang. Ia memimpin sejak awal hingga garis finis, memastikan kemenangan mutlak yang membawanya unggul 66 poin dari juara dunia tujuh kali, Lewis Hamilton (Ferrari), di klasemen sementara pembalap.
Dominasi di Tengah Kekacauan
Meskipun balapan sempat terhenti beberapa kali, termasuk standing re-start saat balapan menyisakan delapan putaran, Antonelli tetap tidak tergoyahkan.
“Sejujurnya, saya tidak terlalu bersemangat dengan adanya start ulang,” ujar Antonelli. “Namun, begitu saya berhasil melesat, saya tahu saya akan mengamankan tikungan pertama dan menikmati sisa putaran terakhir.”
Kemenangan ini menyamai rekor pribadi Lewis Hamilton yang pernah mencatatkan lima kemenangan beruntun. Hamilton, yang kini berusia 41 tahun, harus puas finis di posisi kedua di sirkuit jalan raya Monte Carlo tersebut.
Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh Isack Hadjar dari Red Bull, yang berhasil naik podium meski berjuang melawan masalah kegagalan daya (power failure) sepanjang balapan.
Hasil Balapan GP Monako 2026 (Posisi Teratas)
| Posisi | Pembalap | Tim | Catatan |
|---|---|---|---|
| 1 | Kimi Antonelli | Mercedes | Pemenang Termuda Sejarah Monako |
| 2 | Lewis Hamilton | Ferrari | Menyamai Rekor 8 Podium Senna di Monako |
| 3 | Isack Hadjar | Red Bull | Podium meski kendala mesin |
| 4 | Oscar Piastri | McLaren | – |
| 5 | Liam Lawson | Racing Bulls | Pencapaian karier terbaik |
Nasib Buruk Para Juara Dunia
Berbeda dengan kegemilangan Antonelli, seri Monako kali ini menjadi mimpi buruk bagi beberapa nama besar. Max Verstappen (Red Bull) terpaksa tersingkir di awal balapan karena kerusakan mesin. Nasib serupa menimpa juara dunia bertahan, Lando Norris, yang mengalami masalah baterai pada mobil McLaren miliknya.
Drama juga terjadi di papan tengah. Sergio Perez, yang kini membela tim baru Cadillac, hampir mencetak poin pertama bagi timnya setelah finis di posisi ke-10. Namun, penalti 10 detik akibat pelanggaran kotak start (starting box infringement) melemparnya ke posisi terakhir.
Selain Perez, tujuh pembalap lainnya, termasuk Pierre Gasly, dijatuhi penalti lima detik karena melanggar batas kecepatan di jalur pit (pit lane speeding), yang secara signifikan mengubah susunan klasemen akhir balapan.
Pujian dari Sang Senior
Lewis Hamilton memberikan apresiasi tinggi kepada mantan timnya, Mercedes, dan suksesor mudanya tersebut.
“Saya harus memberi selamat kepada Kimi dan Mercedes. Mereka telah memberikan mobil yang luar biasa, dan Kimi melakukan pekerjaan yang luar biasa setiap minggunya,” kata Hamilton.
Meski kini memimpin klasemen dengan selisih poin yang cukup lebar, Antonelli tetap rendah hati.
“Tugas belum selesai. Musim ini masih panjang. Kami akan terus menekan dan mencoba meningkatkan standar performa kami,” pungkas pembalap yang kini menjadi pusat perhatian dunia otomotif tersebut. (AFP/Z-1)
