
PERUBAHAN perilaku konsumen, perkembangan teknologi, serta dinamika ekonomi yang terus bergerak mendorong perusahaan otomotif mencari sumber pertumbuhan baru di luar bisnis tradisional penjualan kendaraan.
Jika sebelumnya penjualan unit menjadi tulang punggung industri, kini pelaku usaha mulai memperluas fokus ke layanan purna jual, asuransi, pembiayaan, kendaraan sewaan, mobil bekas, hingga solusi mobilitas berbasis kendaraan listrik. Transformasi tersebut juga tercermin dalam strategi yang dijalankan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) atau MPM Group. Di tengah kondisi pasar yang masih dinamis, perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efektivitas operasional, dan penciptaan nilai jangka panjang melalui penguatan di berbagai lini usaha.
“Kami terus memperkuat kapabilitas operasional, menjaga kedekatan dengan pelanggan, serta mendorong setiap entitas untuk tetap adaptif dan relevan terhadap perubahan kebutuhan pasar,” ujar Group CFO MPMX Beatrice Kartika dalam keterangan resmi.
Menurutnya, strategi tersebut dijalankan dengan memastikan setiap unit usaha memiliki fondasi yang kuat, baik dari sisi operasional, kualitas layanan, maupun kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan pelanggan. Pendekatan tersebut terlihat pada bisnis distribusi dan ritel sepeda motor yang dijalankan melalui MPMulia dan MPMMotor.
Perseroan tidak hanya berfokus pada peningkatan penjualan unit, tetapi juga memperkuat kualitas penjualan, layanan purna jual, produktivitas, dan efektivitas operasional guna menjaga profitabilitas yang berkelanjutan di tengah dinamika pasar. Di saat yang sama, perusahaan juga mulai mencari peluang pertumbuhan di luar Indonesia.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah ekspansi bisnis distribusi sepeda motor Honda ke Timor Leste. MPMulia telah melakukan penetrasi pasar sejak Mei 2025 dan hingga April 2026 telah memiliki empat jaringan resmi Honda yang seluruhnya beroperasi di Kota Dili, mencakup layanan penjualan hingga purna jual. Saat ini, fokus perusahaan masih diarahkan pada penguatan dan pendalaman jaringan yang telah ada di Dili sebagai pusat aktivitas ekonomi Timor Leste.
Perseroan optimistis kehadiran bisnis tersebut dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan grup dalam jangka panjang. Diversifikasi juga dilakukan melalui bisnis asuransi. Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap perlindungan aset dan mobilitas, MPMInsurance memperkuat strategi melalui diversifikasi portofolio dan pengembangan sumber pertumbuhan baru guna menjaga ketahanan bisnis. Salah satu fokus yang dikembangkan adalah produk perlindungan kendaraan roda dua yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang semakin beragam.
Perusahaan juga turut memperluas distribusi melalui kemitraan dengan berbagai ekosistem, mulai dari pembiayaan, gaya hidup dan olahraga, hingga perjalanan dan akomodasi. Langkah ini dilakukan agar layanan perlindungan dapat hadir lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat.
Pada segmen penyewaan kendaraan, MPMRent mengarahkan pertumbuhan pada sektor-sektor bernilai tinggi seperti mineral, minyak dan gas, serta jasa profesional. Penguatan eksekusi komersial dilakukan melalui penyederhanaan proses penjualan dan penambahan tenaga penjualan di sejumlah cabang strategis.
MPMRent juga mulai memperkuat pengembangan solusi green mobility melalui penyediaan layanan transportasi berbasis kendaraan listrik untuk kebutuhan korporasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung mobilitas yang lebih efisien dan berkelanjutan sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru bagi perusahaan. Potensi pertumbuhan berikutnya datang dari bisnis mobil bekas.
Melalui unit usaha AUKSI, MPM Group berencana memperluas jaringan layanan dari tiga lokasi menjadi 15 lokasi secara bertahap dengan memanfaatkan kantor cabang MPMRent sebagai bagian dari jaringan operasional. Ekspansi tersebut diharapkan dapat memperluas cakupan layanan, meningkatkan volume kendaraan yang dilelang, memperbesar partisipasi pembeli, serta memberikan layanan yang lebih optimal bagi klien di berbagai daerah.
Sementara itu, pada segmen jasa keuangan, JACCS MPMFinance Indonesia melanjutkan proses penguatan kualitas bisnis melalui peningkatan produktivitas, pengelolaan portofolio yang lebih disiplin, serta penguatan tata kelola yang didukung pengembangan kapabilitas digital dan organisasi.
Selain memperkuat masing-masing lini usaha, MPM Group juga terus mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam strategi dan proses bisnis sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan usaha jangka panjang serta menciptakan nilai yang relevan bagi seluruh pemangku kepentingan. (E-4)
