Indonesia Kirim Empat Atlet ke Final Lead Panjat Tebing Asian Games 2026
Atlet panjat tebing Indonesia Putra Tri Ramadani(Dok.NOC Indonesia)

INDONESIA mengirimkan empat pemanjat tebing ke final nomor lead putra dan putri Asian Games 2026. Mereka ialah Putra Tri Ramadani dan Ramadhan Raviandi dari sektor putra serta Sukma Lintang Cahyani dan Alma Ariella Tsany dari sektor putri.

Keempatnya memastikan tempat di final setelah melewati babak semifinal yang berlangsung di Port Messe Nagoya Exhibition Hall, Jumat (2/10). Babak final nomor lead dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (3/10).

Putra Tri Ramadani, yang akrab disapa Srondeng, mencatat 36 hold dan menempati peringkat ketiga. Sementara itu, Ramadhan Raviandi berada di posisi ketujuh dengan raihan 23 hold.

Dari sektor putri, Sukma Lintang Cahyani menempati peringkat keenam dengan 39 hold. Posisi ketujuh ditempati Alma Ariella Tsany yang juga mengoleksi 39 hold. Hasil semifinal tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk kembali bersaing dalam perebutan medali dari nomor lead.

Bagi Srondeng, penampilan di semifinal menjadi pengalaman penting dalam debutnya di Asian Games. Pemanjat berusia 20 tahun itu menilai jalur semifinal cukup menantang. Ia menyebut kesalahan dalam memilih pegangan membuat pergerakannya tidak berjalan sesuai rencana.

“Sebenarnya tidak terlalu susah, cuma saya salah mengambil pegangan. Harusnya tadi saya mengambil pegangan di sebelah kiri, dari bawah. Tadi saya sempat mengambil pegangan yang kecil, padahal ada pegangan lain yang lebih enak. Kalau bisa mendapatkan pegangan itu, seharusnya lebih mudah,” kata Srondeng.

Srondeng sebenarnya menargetkan mampu mencapai top atau menyelesaikan jalur hingga bagian tertinggi. Namun, target itu belum tercapai pada semifinal. Ia akan menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi sebelum tampil di final.

“Targetnya top, sampai atas. Cuma mungkin nanti di final bisa membalas lagi,” ujar Srondeng.

Menurutnya, persaingan di Asian Games 2026 tidak jauh berbeda dengan kompetisi internasional yang selama ini diikutinya. Sejumlah lawan yang dihadapi juga merupakan pemanjat dari negara-negara kuat di nomor lead.

“Kalau di Asian Games ini, persaingannya tidak jauh berbeda dengan World Cup. Permainannya juga kurang lebih sama. Jadi sebenarnya seperti ajang World Cup juga,” ujarnya.

Pengalaman di kompetisi internasional menjadi modal Srondeng menghadapi final. Pada World Climbing Series 2026, dia sebelumnya meraih medali emas di Praha dan perunggu di Koper, Slovenia.

Meski memiliki pengalaman bertanding di level internasional, Srondeng mengakui atmosfer Asian Games memberikan tekanan tersendiri. Nagoya 2026 menjadi penampilan perdananya di pesta olahraga Asia tersebut.

“Ini pertama kali (tampil di Asian Games), sebenarnya lebih deg-degan. Hampir sama seperti pertama kali turun final di World Cup, deg-degannya luar biasa,” kata Srondeng.

“Target saya naik podium dulu saja. Berapa pun hasilnya, tetap saya syukuri,” tutup Srondeng. (H-4)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *